↻ Lama baca < 1 menit ↬

Kalkulator Mbakyu Sayur untuk telur

Kalkulator itu barang biasa. Hampir semua penjual keliling maupun pelapak di kaki lima punya. Malah sekarang banyak penjual lebih suka memakai aplikasi kalkulator pada ponsel. Lalu?

Saya tadi teringat masa lalu kalkulator setelah mendapati di bagian bawah gerobak dorong Mbakyu Sayur ada kalkulator. Masa lalu kalkulator yang maksud tentu masa saya bocah. Kalkulator bapak saya dulu, mereknya Unitrex, tak punya menu untuk membagi bilangan. Sejawat Bapak, kolektor kalkulator, namanya Pak Kartiman Kudonarpodo, pertama kali punya kalkulator bermerek Texas Instrument. Saya tak tahu apakah sebelum Casio beliau punya Hewlett-Packard.

Juga dulu, ada ejekan “kalkulator bakul endhog“, atau kalkulator penjual telur. Kenapa? Cara memproses hitungan tidak berdasarkan “pipa landa” (perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan) melainkan manakah tanda yang dimasukkan lebih dulu.

Maka hasil kalkulator telur ini, untuk 2 +3 x 4 adalah 20 karena dioperasikan sebagai (2 + 3) x 4. Sedangkan Casio Fx memberikan hasil 14 karena diproses dengan prinsip operasi hitungan 2 + (3 x 4). Sampai akhir 1990-an, kalkulator telur itu masih dijual. Saya punya yang versi saku seukuran kartu ATM. Sudah beberapa kali ganti, juga beberapa kali beli, untuk hadiah.

Saya lupa, apakah hasil penghitungan oleh kalkulator pada Microsoft Windows versi awal, jika tanpa setelan, akan serupa kalkulator telur.

Kini kalkulator ponsel sudah pipa landa. Zaman dulu, anak SD di Jateng diajari ping, para, lan, suda. Karena saya bodoh dalam aritmatika dan matematika, saya lebih sering menghitung ala kalkulator telur. Bahkan cara menggunakan kalkulator yang efektif, dengan sekian macam tombol M, pun saya tidak tahu.

Kalkulator Mbakyu Sayur bukan pipa landa

Tadi saya coba kalkulator Mbakyu Sayur. Saya masukkan 2 + 3 x 4. Hasilnya? Angka 20. Bukan 14. Saya tidak tahu di mana tombol selektor untuk operasi pipa landa.

Tukang sayur mengira saya dapat duit dari ngeblog