↻ Lama baca < 1 menit ↬

Lelah, ingin tidur seratus tahun, apa masuk akal?

Lebaran kali ini mungkin sangat melelahkan bagi Anda. Selain penat juga mblenger dengan aneka hidangan hari raya sehingga Anda hanya menginginkan mi instan.

Lalu apa lagi? Rehat. Yang panjang. Bisa bangun siang. Kalau bisa malah tidur seratus tahun. Tetapi kalau tidur seabad, seperti maunya stiker ini, nanti ketika bangun semua hal sudah berubah dan setelah kesadaran pulih pun tetap gagap menjalani hari.

Itulah sebabnya, sebelum hari pembebasan banyak narapidana menjalani asimilasi. Tanpa penyesuaian diri, mereka akan kagok. Apalagi kalau hukumannya lama, misalnya vonis maksimum dua puluh tahun, sehingga sering disebut seumur hidup, sebelum dikorting remisi dan sebagainya. Dunia di luar bui sudah banyak berubah, apalagi di kota-kota besar.

Saya membayangkan bagaimana kagoknya tapol dari Pulau Buru dulu setelah bebas.