↻ Lama baca < 1 menit ↬

Anak kecil beli rokok di warung

Di warung itu, tadi malam, seorang bocah kira-kira sepuluh tahun, menyeruak masuk, membungkukkan badan di bawah siku saya, dan bilang kepada Bu Warung, “Beli Sam Soe dua.”

Saya yakin dia disuruh. Bu Warung rupanya sudah terbiasa, sehingga langsung mengambil dua bungkus rokok 234 dari karton slof. Bu Warung tak memberikan uang kembalian karena, “Papamu kalo suruhan beli rokok, duitnya selalu pas.”

Regulasi perdagangan produk tembakau melarang penjual melayani pembeli di bawah 18 tahun. Tapi dalam praktik, penjual tahu si anak hanya disuruh. Setelah saya keluar dari warung, terlihat anak itu langsung membonceng motor ayahnya.

Tentu semua orang tahu, regulasi batas umur itu hanya berlaku di minimarket. Di warung dekat SMP dan SMA, warung masih melayani pelanggan ketengan yang berseragam sekolah.

Dulu waktu saya kecil, saya sering melihat ada saja bocah laki yang disuruh beli rokok ketengan, sekalian menyalakan si batang. Di bocah pulang dari warung sambil mempertahankan bara sigaret agar tak padam.