โ†ป Lama baca < 1 menit โ†ฌ

Kapan teh Indonesia bikin kemasan kotak kayu seperti Dilmah?

Saya heran kenapa teh lokal jarang membuat kemasan khusus yang kolektibel. Sariwangi pernah membuat kotak dus dengan ilustrasi vintage. Kalau Sosro saya kurang tahu.

Untuk mengingatkan publik tentang keunikan sebuah jenama atau brand, kemasan edisi khusus itu perlu.

Contoh yang saya miliki, teh Dilmah buatan Sri Lanka ini ada di rak buku, saya beli dua puluh tahun lalu di supermarket dekat kantor di Kebonjeruk, Jakbar.

Tentu saya beli kotak berisi teh. Hanya yang teh lemon yang saya cocok. Rasa lain kurang sreg. Dulu teh saya taruh di meja kantor, saya nikmati dalam ceret gelas dengan tatakan penghangat kecil. Nikmat nian.

Sayang bubuk teh Dilmah edisi kotak kayu tak ada lagi. Kalaupun ada harganya tak masuk akal.

Kotak kayu Twinnings, untuk wadah aneka rasa teh celup, seperti di hotel dan kafe, pasti mahal tak masuk akal. Kemasannya tampak aristokrat dengan kayu gelap entah apa dan berpelitur.

Kapan teh Indonesia bikin kemasan kotak kayu seperti Dilmah?