↻ Lama baca < 1 menit ↬

Cutting stiker Scotchlite untuk menandai peralatan pribadi yang bergerak

Mungkin saya orang kikir. Jika benar pun masih bagus karena belum terperosok menjadi loba dan tamak. Soal apa? Lihat gambar. Reaksi orang terhadap pengecas laptop saya yang berstiker bak logo itu. Ada yang memuji. Ada yang meledek seperti orang pelit.

Ya, betul. Meledek dengan tawa seperti sejawat lain yang kegelian mendapati pensil saya punya coakan untuk menorehkan nama, “Hahahaha kayak anak SD!”

Coakan pensil untuk menuliskan nama seperti anak SD

Tentu tak semua barang saya tera dengan stiker cilik Scotchlite™ yang saya produksi sepuluh tahun silam. Hanya barang bergerak yang saya sayangi dan atau takut tertukar. Ponsel? Sampai saat ini belum pernah. Padahal identitas ponsel terlihat di punggung, bukan layar. Tablet? Belum. Laptop? Sudah, belum ada setahun saya tempeli.

Mobil? Tidak sama sekali. Setiap kali punya mobil, semua emblem saya lepaskan supaya mudah saat membersihkan bodi — kecuali emblem utama karena akan meninggalkan ceruk kosong. Saya tak suka mobil berstiker, dari stiker diler, stiker merek film kaca, hingga bahkan jenama produk kantor karena mobil saya bukan mobil dinas maupun operasional.

Meskipun begitu mobil yang sekarang saya biarkan emblemnya setelah orang salon mobil lalai mencopotnya. Saya malas melakukan sendiri. Harus melibatkan kenur dan minyak kayu putih seperti cara orang diler dan bengkel.

Cutting stiker Scotchlite untuk menandai peralatan pribadi yang bergerak