↻ Lama baca < 1 menit ↬

Robot akan menggantikan ASN termasuk PNS

Di grup WhatsApp RT ada yang meneruskan tautan berita, kata Jokowi AI bisa menggantikan eselon III dan IV di birokrasi. Maka ramailah respons negatif. Pemerintah dianggap tak manusiawi, karena menggunakan robot untuk menggeser PNS. Pemerintah akan berhemat, tak perlu kasih THR dan uang pensiun untuk robot yang, kata berita, bikin kiamat PNS.

Lalu sepulang belanja, Bu Gandul yang pensiunan PNS itu mampir. Kebetulan Kamso sedang di depan rumah dan menanyakan Rio, cucunya, yang jelas satu SD.

“Oom, tadi Rio selesai merakit robot bilang, sayang Oma udah nggak ngantor lagi, padahal kata Ayah kantornya Oma akan diisi robot. Aku pengin main, foto bareng robot,” Bu Gandul berkisah.

Kamso terbahak, “Saya juga mau selfie sama robot, Bu. Hahahaha!”

“Bener nggak sih Oom rencana itu?”

Kamso dengan bahasa ringkas dan sederhana menjelaskan bahwa komputer akan terus mengoper pekerjaan manusia.

“Kayak di parkiran GBK itu kan, Bu? Kalo rombongan ibu-ibu habis olahraga di sana kan nggak ketemu petugas loket? Di pintu tol juga.”

“Iya ya, pada dikemanain orang-orang itu? Kesian.”

“Lha itu anak-anak Ibu kan transfer duit nggak perlu ke ATM lagi, tapi hape, padahal zaman Ibu dulu lewat kasir, kan? Orang bayar listrik juga nggak perlu lagi ke loket inkaso di RT sebelah, kan?”

“Oh, jadi robotnya nggak kayak mainan Rio? Oooh itu to maksudnya… ”

“Kalo banyak robot beneran di kantor malah jadi lapangan kerja buat perawatan, ngecas baterai, ngebersihin, ngganti onderdil. Tapi kantor jadi sesak. Kita ngisi botol di dispenser nabrak robot. Blom lagi kalo robotnya berantem, Bu.”

“Nah pasti Rio mau nonton, Oom!”

¬ Gambar praolah: Shutterstock, Picsart