• Lama baca: 2 menit →

Sandal jepit Sun Swallow bukan Swallow maupun Skylark

Sandal jepit saya pedhot atau putus. Maka saya terpaksa beli baru karena sulit kalau mencari jepitan yang dijual. Saya dapatkan sandal di minimarket dekat rumah. Setelah saya periksa di Bukalapak ternyata sedang dikorting separuh.

Apa sih menariknya barang ini? Ada klaim diri “export quality“. Hanya mendaku jaminan mutu. Diekspor atau tidak itu soal lain.

Soal lain, sesuai regulasi, ada nama produsen, dan ini penting: “made in Indonesia” — bukan Made in Bali seperti gurauan waktu saya bocah.

Sandal jepit Sun Swallow bukan Swallow maupun Skylark

Lalu apa lagi? Soal jenama. Ada sekian jenama sandal mengandung kata Swallow. Dulu banget waktu saya kecil, sandal jepit cap burung seriti atau burung layang-layang itu ya cuma Swallow klasik. Juga dulu zaman orang banyak yang hidup susah, hanya japitannya pun dijual sebagai suku cadang.

Lalu akhirnya setelah saya dewasa muncul yang palsu sehingga pemilik merek asli akhirnya bikin maklumat di Kompas bahwa mereka berganti merek menjadi Skylark. Aneh juga, yang asli akhirnya mengalah. Saya tak tahu apakah Skylark yang beredar sekarang itu sama dengan yang dulu. Saya juga tak tahu apakah pemilik sah Swallow sekarang sama dengan yang dulu. Sengketa merek yang itu tak saya pahami.

Tentu sandal yang ini bukan barang palsu. Memang mereknya itu.

¬ Bukan posting berbayar maupun titipan

Pemilik BlogUmumalas kaki,bakiak,jenama,merek,nostalgia,sandal bandol,sandal karet,Skylark sandal jepit,Swallow,theklekSandal jepit saya pedhot atau putus. Maka saya terpaksa beli baru karena sulit kalau mencari jepitan yang dijual. Saya dapatkan sandal di minimarket dekat rumah. Setelah saya periksa di Bukalapak ternyata sedang dikorting separuh. Apa sih menariknya barang ini? Ada klaim diri 'export quality'. Hanya mendaku jaminan mutu. Diekspor atau...Suatu atau sebuah blog?