↻ Lama baca < 1 menit ↬

Amplop polos untuk menyumbang uang di Alfamart

Ketika rombong rokok masih bebas mangkal di trotoar Jakarta, termasuk yang di bawah jembatan penyeberangan di samping PIM 1, mereka punya satu hal yang bukan rokok bukan permen bukan minuman bukan tisu. Apa dong? Amplop eceran.

Warung di kampung dan kompleks perumahan belum tentu punya amplop. Tapi minimarket selalu punya, dalam kantong plastik isi sepuluh.

Kini memang bukan era kejayaan pos. Lalu buat apa amplop? Diisi uang. Untuk aneka sumbangan, sejak khitanan, pernikahan, hingga pelayatan.

Seorang pemilik kios rokok di trotoar pernah bilang, kebanyakan pembelinya adalah orang berbatik berangkat ke kondangan.

Banyak orang selalu menyimpan amplop tanpa garis zebra pos udara bin par avion di laci dasbor mobilnya. Malah ada pria yang selalu punya amplop kosong baru dalam sling bag. Untuk berjaga-jaga. Bukan karena mereka sinterklas.

Coba Anda ingat, kapan terakhir terakhir kali Anda menggunakan amplop putih polos bukan untuk wadah uang?