• Lama baca: < 1 menit →

Pegawai Pizza Home Delivery sedang menaruh selebaran di gerbang warga

Di setiap gerbang rumah, kedua pria itu berhenti. Satu orang menyelipkan selembar kertas promosi pizza, satu orang lainnya memotret dengan ponsel. Mungkin untuk laporan kepada atasan.

Saya tak tahu apakah pekerjaan itu sudah diatur spesifik dalam perjanjian kerja ataukah hanya kesepakatan internal untuk mempertahankan kelangsungan bisnis, dan kelangsungan hidup pegawai beserta keluarganya, di tengah pandemi. Sama seperti pramusaji kedai pizza akhirnya harus menjajakan pizza di pinggir jalan.

Di masa normal saja manajemen minimarket dan supermarket bisa mengerahkan pegawai untuk membagikan selebaran di komplek demi kompleks, apalagi di masa sulit.

Demikian pula tugas gilir pramusaji kedai di mal harus menawarkan dagangan di pintu masuk, dekat buku menu di atas tatakan berkaki, dalam masa normal maupun susah.

Ini masa sulit. Pandemi masih menggigit. Kemampuan komunikasi manajemen sedang diuji. Untuk merawat kerja sama dan bekerja bersama-sama. Berat sama dipukul, ringan sama dijinjing, sesuai porsi masing-masing.

Orang sinis bisa bilang kemampuan persuasif lalu intimidatif manajemen sedang diuji sampai akhirnya terjadi PHK. Bukankah mengulur saat PHK juga merupakan upaya yang tidak main-main?

Pemilik BlogMemobrosur,Covid-19,flyer,intimidasi,kedai,komunikasi,krisis,liflet,manajemen,manajerial,minimarket,pandemi,persuasi,PHD,PHK,pizza,pizza Hut,pramusaji,promosi,selebaran,supermarketDi setiap gerbang rumah, kedua pria itu berhenti. Satu orang menyelipkan selembar kertas promosi pizza, satu orang lainnya memotret dengan ponsel. Mungkin untuk laporan kepada atasan. Saya tak tahu apakah pekerjaan itu sudah diatur spesifik dalam perjanjian kerja ataukah hanya kesepakatan internal untuk mempertahankan kelangsungan bisnis, dan kelangsungan hidup pegawai...Suatu atau sebuah blog?