• Lama baca: < 1 menit →

Barangkali nasihat ini benar: jangan mengusik kebahagiaan orang yang tutup mata terhadap pandemi.

“Aku tetap share di grup, soalnya ini bukan hoaks, jelas sumbernya. Bukan jaminan isinya bener seratus persen, tapi kita bisa mempertanyakan secara terbuka kepada siapa kalo meragukan,” kata Kamsi saat ngobrol dengan suami di teras usai makan malam.

“Ya baguslah,” kata Kamso sambil acung jempol.

Di grup masing-masing, Kamso maupun Kamsi sering ditegur anggota lain karena dianggap menyebarkan info meresahkan tentang Covid-19 sehingga bikin stres.

Terakhir, soal data BOR dan anak-anak korban virus korona, Kamsi ditegur, “Jangan share konten negatif.”

Kamso tak dapat teguran lagi. Sudah lama dia prei berbagi info dan tak berkomentar soal Covid-19 — termasuk info tak jelas tentang obat-obatan dan asupan antivirus — dan bahkan ketika anggota grup yang suka menegur atau keluarganya kena Kopid sekalipun.

Kamsi juga tahu karena ada tiga grup yang merengkuh pasutri itu.

“Nggak perlu Mas mutung. Kita harus edukasi orang, demi kepentingan bersama,” kata Kamsi.

“Jangan mengusik kebahagiaan orang yang menutup mata terhadap pandemi,” sahut Kamso sambil nyengir.

¬ Foto praolah: Anna Shevts / Pexels.com

Pemilik BlogKamso & KamsiCovid-19,infodemi,media sosial,pandemi,virus korona,WhatsApp'Aku tetap share di grup, soalnya ini bukan hoaks, jelas sumbernya. Bukan jaminan isinya bener seratus persen, tapi kita bisa mempertanyakan secara terbuka kepada siapa kalo meragukan,' kata Kamsi saat ngobrol dengan suami di teras usai makan malam. 'Ya baguslah,' kata Kamso sambil acung jempol. Di grup masing-masing, Kamso maupun Kamsi...Suatu atau sebuah blog?