• Lama baca: 2 menit →

Masalah hak cipta foto dalam etalase obat kuat di lapak daring

Soal afrodisiak dan sebagainya, saya anggap tak ada masalah. Bukan karena saya pernah membuktikan, tapi sejauh tidak ada pengaduan ke YLKI dan media sosial, dari akun yang jelas, terhadap jenama tertentu berarti tak ada soal.

Yang menarik dalam bisnis di lapak daring adalah cara menjajakan. Ada dua jenis. Pertama, pelapak menggunakan foto resmi dari situs atau katalog produsen, atau mencomot dari pelapak lain berikut watermark foto.

Kedua, pelapak mencoba kreatif, memotret sendiri, atau mengolah sendiri gambarnya, untuk menjajakan barang.

Masalah hak cipta foto dalam etalase obat kuat di lapak daring

Nah, untuk obat esek-esek, ada gaya memakai foto orang biasa, atau model dan pesohor yang difoto biasa, atau malah swafoto cewek di akun medsos. Kesan the girls next door mungkin lebih menjual.

Soal asal muasal foto bisa dirunut dengan mesin pencari. Yang lebih menarik bagi saya, apakah para pemilik wajah tahu? Kalau tahu, apakah akan memperkarakan?

Masalah hak cipta foto dalam etalase obat kuat di lapak daring

Pemilik BlogMemoafrodisiak,belanja daring,belanja online,desain grafis,erotika,hak cipta,HAKI,kekayaan intelektual,lapak daring,lapak online,lazada,mitos,obat kuat,obat oles,seksualitasSoal afrodisiak dan sebagainya, saya anggap tak ada masalah. Bukan karena saya pernah membuktikan, tapi sejauh tidak ada pengaduan ke YLKI dan media sosial, dari akun yang jelas, terhadap jenama tertentu berarti tak ada soal. Yang menarik dalam bisnis di lapak daring adalah cara menjajakan. Ada dua jenis. Pertama, pelapak...Suatu atau sebuah blog?