• Lama baca: < 1 menit →

Sendok makan untuk anak berbentuk pesawat terbang  di Superindo Jatikramat Bekasi

Saya pegang, dan seperti akan menerangkan pesawat mainan, saat mencoba sendok makan ini. Sendok dengan pegangan karet menyatu denah gagang seharga Rp46.000. Apa harus begitu supaya anak doyan makan?

Saya sadar, pertanyaan diri ini melihat dari pengalaman saya dan tentu perjalanan usia. Waktu bocah, sejauh saya ingat sudah bisa makan sendiri, saya makan di meja dengan duduk di kursi. Waktu masih disuapi, kata ibu saya, saya tidak duduk di atas mobil-mobilan maupun sepeda roda tiga.

Dalam usia 40 saya pernah memimpin sebuah kantor, hampir semuanya anak muda, dan mereka punya kebiasaan sama: tak segera menyelesaikan makan siang maupun makan malam di meja kerja karena disambi ini itu di komputer — ya saat itu belum zaman smartphone. Bisa selama sejam piring belum bersih.

Pertanyaan saya untuk mereka sangat khas orang tua: “Kalian waktu kecil kalo disuapin sambil main-main, jalan-jalan, ya?”? Mereka bilang ya.

Kembali ke urusan sendok kapal terbang. Apakah jika sekarang saya, tentu dengan misal usia di bawah 35, punya anak kecil juga akan membelikan sendok ini? Saya tak tahu.

Jika besok saya punya cucu, tentu berdasarkan usia sekarang, apakah akan membelikan sendok ini? Saya rasa tidak. Itu wewenang orangtuanya karena menyangkut penanaman nilai otentik keluarga.

Pemilik BlogMemoalat makan,belanja,dunia anak,garpu,psikologi,Sendok,superindoSaya pegang, dan seperti akan menerangkan pesawat mainan, saat mencoba sendok makan ini. Sendok dengan pegangan karet menyatu denah gagang seharga Rp46.000. Apa harus begitu supaya anak doyan makan? Saya sadar, pertanyaan diri ini melihat dari pengalaman saya dan tentu perjalanan usia. Waktu bocah, sejauh saya ingat sudah bisa makan...Suatu atau sebuah blog?