• Lama baca: 4 menit →

Buku foto gratis dari Kemenhub

Pesta gambar. Itulah yang saya dapatkan dari buah proyek Kementerian Perhubungan.

Gara-gara memergoki iklan di koran tadi pagi, saya pun penasaran. Dari gambarnya mudah saya tebak itu desain sampul buku depan dan belakang. Tapi itu buku apa? Tak ada info harga dan cara memesan.

Dalam sampul buku Membangun Transportasi Merajut Negeri tertulis “persembahan insan perhubungan”. Atribut yang mirip insan perfilman.

Buku foto gratis dari Kemenhub

Akhirnya saya mencari tahu, lalu ketemu beberapa berita tentang lelang buku untuk donasi sejuta masker. Saya juga beroleh tautan ke buku versi digital.

Buku foto gratis dari Kemenhub

Bagi saya buku ini menarik karena sejumlah hal.

  • Isinya bagus, baik foto maupun tata letak dan tipografi nyaman di mata
  • Bisa diperoleh gratis dalam versi digital, lebih murah dan menghemat kertas
  • Untuk buku terbitan instansi pemerintah, barang macam ini tak banyak
  • Nah ini poin lebihnya: foto-foto adalah hasil jepretan orang dalam, termasuk BUMN di bawah Kemenhub, bukan hanya bidikan fotografer humas

Buku foto gratis dari Kemenhub

Saya menganggap buku ini bagian dari berkah fotografi digital. Pada era film, fotografi masih terasa mewah. Memang, dulu ada saja insan pemerintah, insan BUMN, dan insan partikelir yang punya hobi fotografi dan menyebut diri “amatir” dengan karya bagus. Orang perusahaan minyak dan dokter termasuk kalangan itu. Pada era lama, mereka bermain di salon foto. Karya mereka lebih dikenal kalangan penggemar foto karena media sosial belum ada.

Ketika kamera digital mulai meluas, tapi platform jejaring sosial masih terbatas, tak semua orang biasa seperti saya menjangkau maupun terjangkau komunitas itu.

Lalu datanglah smartphones. iPhone dan kemudian Android, dan aneka platform jejaring sosial bermunculan. Fotografi bukan lagi barang mewah. Siapa pun bisa memotret dan bereksperimen. Foto-foto bagus di internet adalah guru yang baik.

Buku foto gratis dari Kemenhub

Tentu keawaman saya tak dapat menebak dengan kamera dan lensa apa saja ratusan foto itu diambil. Bagi saya juga tak terlalu penting.

Kelebihan orang dalam, para pemotret dalam buku ini, saya andaikan ada dua. Pertama: sebagai orang dalam mereka lebih mengenal lapangan, ibarat kata hafal pintu besi mana yang seret sekaligus bising menjerit saat dibuka.

Kedua: sebagai orang dalam mereka memiliki akses lebih ketimbang fotografer dari luar.

Buku foto gratis dari Kemenhub

Buku foto gratis dari Kemenhub

Memang setiap orang dalam yang memiliki dua keunggulan tadi, plus punya kamera, belum tentu dapat menghasilkan foto yang bagus. Ini soal kepekaan dan keusilan, selain kemampuan teknis. Ketiga hal terakhir tadi juga menuntut kemampuan lain: melakukan pendekatan insani. Fotografer yang sip tak membuat orang lain merasa terancam.

Buku foto gratis dari Kemenhub

Lalu apa lagi? Sebagai album instansi, buku ini menarik. Ada yang menampilkan foto industrial keren seperti dalam buku profil perusahaan dan buku tahunan korporat terbuka, namun ada pula yang memunculkan unsur kuat minat insani dalam lingkungan kerja.

Buku foto gratis dari Kemenhub

Buku foto gratis dari Kemenhub

Ada juga sih foto upacara di lapangan tapi hanya dua-tiga seingat saya. Foto orang jejer di meja seminar dan serah terima jabatan juga tak ada. Begitu pula bakti sosial Dharma Wanita atau sebangsanya. Foto-foto macam itu tetap perlu, dan aneh kalau humas tak punya, karena berharga untuk komunikasi lembaga dan arsip sejarah — apalagi dengan anotasi yang komplet dan data EXIF seperti kantor berita.

Soal biaya pembuatan, yang untuk buku foto pasti mahal, saya tak tahu. Bisa saja bukan dari anggaran kementerian yang bersumberkan APBN melainkan sejumlah BUMN yang disebut pendukung.

¬ Hak cipta foto ada pada masing-masing fotografer dalam buku

¬ Bukan posting berbayar maupun titipan

https://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/10/20201008_123230_copy_1024x791-1-700x541.jpghttps://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/10/20201008_123230_copy_1024x791-1-150x150.jpgPemilik BlogLihat Baca Dengarbirokrat,buku foto,BUMN,coffee table books,fotografer,fotografi,kementerian perhubungan,media cetakPesta gambar. Itulah yang saya dapatkan dari buah proyek Kementerian Perhubungan. Gara-gara memergoki iklan di koran tadi pagi, saya pun penasaran. Dari gambarnya mudah saya tebak itu desain sampul buku depan dan belakang. Tapi itu buku apa? Tak ada info harga dan cara memesan. Dalam sampul buku Membangun Transportasi Merajut Negeri...Suatu atau sebuah blog?