• Lama baca: < 1 menit →

Kenapa harus pakai kulkas satu pintu kalau bisa beli yang lebih gede, kredit pula?

Bude Ceriwis mengembalikan piring dengan bonus pisang goreng. Langsung ke dapur. Lalu dia berkacak pinggang di depan kulkas.

“Baru ganti ya? Tuh stiker belum dilepas. Kok pake kulkas satu pintu lagi, Jeng?” dia bertanya.

“Kulkas lama rusak. Udah 25 tahun umurnya. Bude kan liat sendiri, rongga cuma buat kulkas satu pintu,” sahut Kamsi menjelaskan kompartemen kitchen set.

Lalu Bude permisi, “Boleh buka, kan?” Tanpa menunggu jawaban dia langsung mengeksekusi niat.

“Tuh, penuh. Mestinya kalian beli kulkas yang lebih gede,” katanya.

Kamso nongol dari kamar mandi cuma tersenyum saat ditanya soal kulkas.

Karena ditanya terus, akhirnya dia memerankan salesman, “Kulkas segitu cukup, Bude. Itu jadi penuh karena banyak yang kasih makanan. Kami kan bukan katering, ngapain nimbun bahan? Rumah cuma ada empat kepala. Kalo tiap belanja ambil makanan awetan, entar tahu-tahu udah pada kedaluwarsa, yang di rak dapur sama kulkas.”

Lalu, “Ngawetin sayur dan buah kan susah. Lagian kita kan nggak kenal musim dingin, Bude. Ngapain nyetok dan tamak? Kan nggak ada perang? Saya sih cuma kenal dua musim: panen sama paceklik.”

¬ Sumber gambar: Unsplash.com, Seekpng.com

Pemilik BlogKamso & Kamsibijaksana,ekonomi,fridge,gaya hidup,Kamso,koelkast,konsumen,konsumsi,kulkas,lemari es,refrigeratorBude Ceriwis mengembalikan piring dengan bonus pisang goreng. Langsung ke dapur. Lalu dia berkacak pinggang di depan kulkas. 'Baru ganti ya? Tuh stiker belum dilepas. Kok pake kulkas satu pintu lagi, Jeng?' dia bertanya. 'Kulkas lama rusak. Udah 25 tahun umurnya. Bude kan liat sendiri, rongga cuma buat kulkas satu pintu,'...Suatu atau sebuah blog?