• Lama baca: 2 menit →

Teh celup Sariwangi versus Dilmah

Kedua kotak dus teh celup ini bisa ditata vertikal, mengikuti desain grafis kemasan. Diletakkan tidur juga bisa sih.

Teh celup Sariwangi versus Dilmah

Kotak yang kanan, Sariwangi, ternyata pada dasarnya untuk diletakkan mendatar. Arah buka tutup pun secara mendatar. Cuma kemasannya saja yang dibikin punya dua wajah, vertikal dan horizontal. Penataan berdiri hanya berlaku di supermarket dan minimarket.

Teh celup Sariwangi versus Dilmah

Kalau saja kemasan Sariwangi mengikuti gaya Dilmah, yang dirancang berdiri, karena setelah sudut kotak dus dirobek akan menjadi lubang dispenser, tentu lebih sip.

Teh celup Sariwangi versus Dilmah

Memang sih, kalau Sariwangi mau ikut gaya berdiri harus menambah biaya, setiap kantong teh celup harus diwadahi amplop seperti Twinings. Nah, soal amplop ini Tong Tji dan Sosro Heritage sudah lama melakukannya, tapi dus tetap didesain mendatar untuk ditidurkan — kecuali untuk Tong Tji lemon isi 15. Bagi saya, dus vertikal lebih hemat tempat, kecuali desain vertikal menceng gaya Lipton.

¬ Bukan posting berbayar maupun titipan

https://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/08/wp-1597545473395-700x700.jpghttps://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/08/wp-1597545473395-150x150.jpgPemilik BlogMemodesain grafis,desain kemasan,Dilmah,Lipton,Sosro,teh,teh celup,Tong Tji,TwiningsKedua kotak dus teh celup ini bisa ditata vertikal, mengikuti desain grafis kemasan. Diletakkan tidur juga bisa sih. Kotak yang kanan, Sariwangi, ternyata pada dasarnya untuk diletakkan mendatar. Arah buka tutup pun secara mendatar. Cuma kemasannya saja yang dibikin punya dua wajah, vertikal dan horizontal. Penataan berdiri hanya berlaku di...Suatu atau sebuah blog?