• Lama baca: 2 menit →

Harga tape mobil makin murah, di bawah Rp 200 ribu

Murah juga harga sebuah pemutar musik untuk mobil. Tak sampai Rp200.000. Ada head unit tipe single din dengan Bluetooth, dan ada pula tanpa Bluetooth. Semuanya tak dapat memutar pita kaset maupun CD karena memang sudah tak zaman.

Meski tak dapat memutar cassette tapes, banyak orang masih menyebutnya “tape mobil” — media juga begitu. Dulu orang malas menyebut “tape player” dan “tape recorder“, cukup “tape” saja. Pengecualian berlaku untuk tape deck, tetap disebut lengkap karena cuma dua suku kata.

Tak hanya awam, media pun memakai istilah

Omong-omong soal “tape mobil”, dulu banget, abad lalu, mahasiswa memiliki personal stereo dari barang macam itu. Ada yang beli gres, beli barang bekas, atau… beli sasis dan komponen lalu merakit sendiri. Tinggal tambahkan adaptor dan dua atau empat spiker, plus power amp kalau ada duit.

Lalu datanglah gelombang mini-compo. Dimulai dari Sony, lalu Sansui, dan akhirnya aneka merek yang lebih murah, pokoknya spiker bisa diceraikan. Sekarang? Spiker aktif Bluetooth murah banget. Menjadi barang milik anak-anaknya generasi pemakai “tape mobil di kamar”.

Harga tape mobil makin murah, di bawah Rp 200 ribu

https://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/08/wp-1596507782776-700x1244.jpghttps://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/08/wp-1596507782776-150x150.jpgPemilik BlogMemoaudio,bahasa,bahasa jurnalistik,head unit,hiburan,mini compo,nostalgia,sejarah,tape playerMurah juga harga sebuah pemutar musik untuk mobil. Tak sampai Rp200.000. Ada head unit tipe single din dengan Bluetooth, dan ada pula tanpa Bluetooth. Semuanya tak dapat memutar pita kaset maupun CD karena memang sudah tak zaman. Meski tak dapat memutar cassette tapes, banyak orang masih menyebutnya 'tape mobil' --...Suatu atau sebuah blog?