Bonus gula pasir dari penjual sayur di Pasar Kecapi Jatiwarna Bekasi

Selesai mengangsurkan uang kembalian, Dadang memasukkan sekantong gula pasir ke dalam salah satu tas plastik* berisi 1,5 kg jeruk peras, selewat magrib tadi, saat pasar sepi. Saya membagi tiga kilogram jeruk peras menjadi dua tas, supaya seimbang mengisi dua keranjang di boncengan sepeda saya.

“Lho, saya nggak mesen gula,” kata saya.

“Ini buat ngeteh,” kata Dadang, adiknya si Mpok pemilik warung sayur.

Saya pun berterima kasih. Padahal saya tak pernah minum teh dan kopi pakai gula. Tapi saya jadi maklum, menjelang Lebaran banyak penjual sayur kasih bonus untuk pelanggan. Ada yang berupa sirop dan sekaleng biskuit Khong Guan, seperti yang pernah kami terima.

Artinya saya dianggap pelanggan setia oleh Dadang. Padahal saya ke warungnya, di Pasar Kecapi, hanya untuk membeli tiga-empat kilogram jeruk peras. Tidak setiap hari.

Jeruk peras Rp 13.000 per kg di Pasar Kecapi

Jeruk peras Rp 13.000 per kg di Pasar Kecapi

Harga jeruk peras di warung Dadang lebih murah daripada supermarket. Kalau lagi beruntung saya dapat jeruk bagus, segar, besar. Satu kilogram Rp13.000. Di Transmart Carrefour bisa Rp25.000 per kilogram – memang pilihan sih.

Jeruk peras di Transmart Carrefour Lebakbulus Jakarta Selatan

*) Ya, pedagang di Pasar Kecapi, Jatiwarna, Pondokmelati, Bekasi, tak diwajibkan prei tas keresek

https://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/05/P_20200514_181247_copy_768x1024-700x933.jpghttps://blogombal.com/wp-content/uploads/2020/05/P_20200514_181247_copy_768x1024-150x150.jpgPemilik BlogMemobekasi,belanja,hadiah lebaran,jeruk peras,pasar kecapi,sepeda,supermarket,Transmart CarrefourSelesai mengangsurkan uang kembalian, Dadang memasukkan sekantong gula pasir ke dalam salah satu tas plastik* berisi 1,5 kg jeruk peras, selewat magrib tadi, saat pasar sepi. Saya membagi tiga kilogram jeruk peras menjadi dua tas, supaya seimbang mengisi dua keranjang di boncengan sepeda saya. 'Lho, saya nggak mesen gula,' kata...Suatu atau sebuah blog?