• Lama baca: < 1 menit →

Memang tak sampai melingkar-lingkar seperti lajur percobaan untuk tikus, dengan banyak jalan buntu, tapi saya menyebut lorong masuk dan keluar Stasiun Bogor, Jabar, itu sebagai labirin. Sesak. Berjejal. Seperti lukisan cat air Guruh Ramdani yang awal pekan ini dia unggah di Twitter.

Saya menduga pemagaran lajur akses, dan begitu pula terhadap trotoar, itu dilakukan karena KAI dan pemkot repot menghadapi PKL dan angkot ngetem.

Untuk area di luar stasiun, itu urusan satpol PP, dishub, dan polisi. Tapi dalam stasiun, tepatnya di balik pagar trotoar, itu tanggung jawab KAI. Bahwa hasilnya adalah lorong sempit untuk berdesakan, itu masalah penumpang kereta.

Ilustrasi: © Guruh Ramdani

Pemilik BlogMemoangkot,cat air,commuter line,Guruh Ramdani,Jawa Barat,kereta api,KRL,lukisan,pedestrian,pkl,seni rupa,Stasiun BogorMemang tak sampai melingkar-lingkar seperti lajur percobaan untuk tikus, dengan banyak jalan buntu, tapi saya menyebut lorong masuk dan keluar Stasiun Bogor, Jabar, itu sebagai labirin. Sesak. Berjejal. Seperti lukisan cat air Guruh Ramdani yang awal pekan ini dia unggah di Twitter. https://twitter.com/RamdaniGuruh/status/1259116250048761860? Saya menduga pemagaran lajur akses, dan begitu pula...Suatu atau sebuah blog?