• Lama baca: < 1 menit →

Tembok tetangga kanan dan kiri di perumahan rapat

Tingkat kejemuan dan alasannya bagi setiap orang selama KDR PSBB beragam. Mereka yang punya rumah besar, dengan halaman lega, bahkan ada kolam renang, juga mengaku bosan di rumah. Begitu pun mereka yang berada di rumah petak kontrakan. Atau mereka yang dua bulan ini hanya mendekam di kamar indekos.

Klise jika aku katakan bersyukurlah karena ada yang tak bisa mengeluh jenuh harus tinggal di tempat menumpang karena terusir dari kontrakan dan pondokan akibat tak mampu bayar uang sewa.

Tapi adakah kalimat lain? Juga klise jika aku bilang bersyukurlah.

Dari tembok rapat pengapit rumah masih terpancar asa. Itu juga klise, katamu.

Pemilik BlogSenandikaCovid-19,KDR,pagebluk,pandemi,PSBB,stay at home,virus korona,wabah,WFHTingkat kejemuan dan alasannya bagi setiap orang selama KDR PSBB beragam. Mereka yang punya rumah besar, dengan halaman lega, bahkan ada kolam renang, juga mengaku bosan di rumah. Begitu pun mereka yang berada di rumah petak kontrakan. Atau mereka yang dua bulan ini hanya mendekam di kamar indekos. Klise jika...Suatu atau sebuah blog?