↻ Lama baca < 1 menit ↬

Ginger beer. Kalau dibilang bir jahe kurang keren. Bir ini tanpa alkohol. Serupa bir pletok, tapi rasanya kurang kaya. Saya terkesan si jenama, karena yang pertama kali terbaca adalah Bunda. Ternyata Bundaberg. Terbikin di Negeri Kanguru. Logonya bagus. Vintage.

Tentang panggilan lama bunda untuk ibu setahu saya marak lagi, bahkan lebih meluas, sejak 1990-an. Sebagai pasangan ayah. Maka pada 1970-an Gaya Favorit Press, penerbit Femina dan Gadis, menerbitkan majalah Ayahbunda.

Menarik jika ada yang meneliti periodisasi tren panggilan anak terhadap orangtua. Ibu, mami, mama, bunda, umi, dst., berikut peta demografis dan psikografis. Pada sebagian keluarga, panggilan bisa berupa ramuan, misalnya ayah dan mama.

Untuk bunda sebagai sapaan akrab bagi perempuan, kini berlaku di pasar tradisional. Kadang wiraniaga di mal juga menyapa demikian.

Soal lain, di Pasar Bringharjo, Yogyakarta, sampai 1980-an masih ada penjual (termasuk penjual batik) menyapa pria maupun wanita pembeli dengan “dèn”. Dari Raden.