↻ Lama baca < 1 menit ↬

Saya tak tahu bagaimana bunyinya Yang pasti setelah pengudap memencet bel akan ada pramusaji datang. Bayangkan, manusia dipanggil dengan bel. Eh, tapi di rumah sakit juga begitu ding.

Saya ingat pemimpin yang memakai bel untuk memanggil anak buah. Saat saya SMP, Pak Kepsek memanggil sekretaris dengan bel. Setelah saya dewasa, sejumlah birokrat juga memakai bel.

Sarwono Kusumaatmadja saat menjadi sekjen Golkar, tahun 1980-an, memiliki lebih dari satu bel di mejanya. Dia tak suka.

Oh, tapi rumah saya juga pakai bel. Kami seisi rumah pun tergerak untuk membukakan pintu. Padahal tak ada orang yang menyebut nama penghuni rumah.

Bunyi ting-tung adalah panggilan. Tapi kami belum pernah menjalani tes ala Pavlov.