
Berapa banyak orang Surakarta atau Solo, kota berslogan “the spirit of Java”, yang masih bisa membaca tulisan beraksara Jawa ini? 🙂 Tak kurang-kurangnya sekolah mengajarkan aksara Jawa sebagai muatan lokal. Tapi saya sebagai orang Jawa yang “nanggung”, jujur saja tak dapat menulis-baca aksara hanacaraka. 😀

