↻ Lama baca < 1 menit ↬

TAK PERLU MEMAKSA SEMUA ORANG BERKANAN.

gunting untuk orang bertangan kidal

Tanpa sengaja saya tadi mendapatkannya di sebuah toko murmer. Gunting untuk orang kidal. Harganya Rp 25.000. Oh saya ingat, baru dua hari lalu saya ngobrol dengan orang yang berbeda tentang tangan kidal. Saya katakan bahwa beberapa teman saya yang bertangan kidal mengalami pendidikan yang buruk: oleh guru diarahkan memakai tangan kanan.

Saya tak paham pedagogi macam apa yang dianut oleh guru-guru sesat itu. Termasuk dalam kelompok guru sesat adalah lingkungan, terutama orang-orang dewasa penanam nilai baik-dan-buruk, benar-dan-salah.

Salah satu hasil, saya pernah memanggil seorang kakak kelas saat SD (kira-kira enam tahun di atas saya) sebagai “Kédhé” (Jawa: kidal). Saya berhenti memanggilnya seperti itu setelah dia menegur, “Jangan kurang ajar kamu, jangan ikut orang-orang itu!”

Sekarang, setelah zaman lebih maju, mestinya tak ada lagi perlakuan aneh terhadap orang kidal. Bahwa sebagian besar barang — dari gunting, gendewa olahraga panah, tombol shutter kamera, sampai pintu kulkas — masih diskriminatif karena mengandaikan mayoritas orang bertangan aktif kanan, yah marilah kita diskusikan.

Kadangkala kiri dianggap menyebal, berbeda, tidak sopan. Saya belum mencari tahu, dalam sejarah teori politik itu siapa yang lebih dulu menerapkan pelabelan “kiri” (sebagai lawan dari “kanan”). Oleh pihak yang kemudian disebut kanan, atau justru oleh pihak yang akhirnya disebut (atau menyebut diri) sebagai kiri? Entahlah.

Tentang kiri dalam perkidalan, mungkin Anda, baik yang kidal maupun bukan, punya cerita. Silakan berbagi. Oh ya lantas nama Indonesia untuk right handed itu apa ya? Jangan-jangan tak punya nama karena yang “non-kidal” merasa “normal”.