• Lama baca: 2 menit →

SELALU ADA CELAH DALAM JEJALAN. SAYANG TAK TERPETAKAN.

bajaj di jatinegara jakarta

Judul yang panjang dan melelahkan. Berbau makalah atau laporan untuk atasan. Makin panjang judul makin berangin isinya.

Maaf saja. Apa boleh buat. Itulah kesan yang saya dapatkan kemarin siang di Jatinegara, Jakarta Timur.

Sebuah bajaj, salah satu kendaraan surgawi itu, lincah meliuk mengisi celah. Orang lain dipersilakan mengalah. Ada spion saja sopir bajajnya tak mau menengok, apalagi jika spion tertutup oleh muatan penumpang.

Penumpang itu membawa selembar peta Jakarta yang sudah terbingkai sebagai panil. Kabin bajaj tak sanggup menampungnya. Si pembawa peta sudah mati akal, tak ada lagi cara mengangkut yang murah selain jalan kaki. Menyewa mobil boks jelas mahal.

Siang itu benak saya seperti ditancapi selembar potret karikatural Jakarta. Peta yang diangkut itu adalah peta yang steril. Hanya memuat jalan, wilayah, pasar, terminal, kali, dan dam, berikut nama-namanya, seolah menggambarkan Ibu Kota yang bersih, rapi, lega, dan beres. Tiada kemacetan dan jejalan pedagang kaki lima di sana.

Dari sebuah benda grafis bernama peta di atas kertas, yang dirancang untuk berlaku lama, kita tak mungkin menuntut sajian tematik yang real time.

Kemarin, hari ini, dan esok, apa yang ada di peta itu selalu sama — kecuali pemakainya adalah perwira militer dan pengusaha properti yang doyan mencoreti peta dan menandainya dengan push pin.

Dan siang itu si peta steril penuh percaya diri membelah Jatinegara yang macet, sejak seberang stasiun sampai Kampung Melayu. Si bajaj membawanya dengan laju sepenuh kapasitas dua tak dengan tiga ban gundul.

Tak jelas, apakah pemberian jalan oleh orang lain itu merupakan toleransi tulus, ataukah keterpaksaan oleh fait accompli keruangan.

Dalam sekejap si bajaj — dan peta itu! — lolos dari kemacetan. Meninggalkan jejalan di belakang. Pantatnya terus mengabarkan “Penantian”. Entah siapa menanti apa/siapa dan buat apa.

bajaj di jatinegara jakarta

Pemilik BlogUmumSELALU ADA CELAH DALAM JEJALAN. SAYANG TAK TERPETAKAN. Judul yang panjang dan melelahkan. Berbau makalah atau laporan untuk atasan. Makin panjang judul makin berangin isinya. Maaf saja. Apa boleh buat. Itulah kesan yang saya dapatkan kemarin siang di Jatinegara, Jakarta Timur. Sebuah bajaj, salah satu kendaraan surgawi itu, lincah meliuk mengisi...Suatu atau sebuah blog?