• Lama baca: 2 menit →

SELEMBAR KERTAS KADO GRÈNJÈNG 35 x 50 CM!

iklan natal heineken di majalah tempo

iklan natal bir heineken di majalah tempoBukan, Tempo bukan mau menjadi majalah remaja atau majalah hiburan. Bonus kertas kado Natal di edisi 18-24 Desember 2006 itu dari pengiklan. Tepatnya dari produsen bir Heineken. Sebuah iklan yang kreatif.

Memang sih, beberapa jenis iklan kreatif kadang menambah jam proses produksi di percetakan. Malah dalam beberapa kasus, iklan kreatif yang unik atau nyeleneh bisa bikin redaksi majalah apa pun terganggu. Tapi namanya rezeki masa sih ditolak?

Tentang Heineken, yang menancap lama di sini sebagai Bir Bintang (tapi akhirnya masuk resmi dengan brand sendiri), saya teringat Tanri Abeng, orang yang pernah jadi potret manajer sukses. Dia dulu, semasa jadi CEO, ikut melesatkan PT Multi Bintang.

Suatu kali seorang wartawan menanya Tanri, mengapa sebagai muslim yang tidak minum bir dia mau memimpin perusahaan itu.

Jawabannya (bukan kutipan persis), “Saya tidak bisa berbahasa Belanda, tapi dipercaya memimpin perusahaan Belanda. Nggak masalah kan?”

Tanri itu sebetulnya lucu. Ketika bekerja di Union Carbide, sebagai manajer termuda, dia terpaksa memiara kumis. Alasannya, konon, supaya tampak lebih tua dan diperhitungkan.

NB: Lucu juga ya. Karena sejarah, maka Pemprov DKI punya pabrik bir. Itu lho, PT Delta Djakarta Tbk. yang bikin Anker dan lain-lain.

Pemilik BlogSelinganSELEMBAR KERTAS KADO GRÈNJÈNG 35 x 50 CM! Bukan, Tempo bukan mau menjadi majalah remaja atau majalah hiburan. Bonus kertas kado Natal di edisi 18-24 Desember 2006 itu dari pengiklan. Tepatnya dari produsen bir Heineken. Sebuah iklan yang kreatif. Memang sih, beberapa jenis iklan kreatif kadang menambah jam proses produksi...Suatu atau sebuah blog?