• Lama baca: 2 menit →

PENGANGGURAN DI SATU SISI. PRODUKTIVITAS KANTORAN DI SISI LAIN.

pengamen puisi @ bus kota jakartaJudul di punggung baju ala serdadu itu: “aura cahaya hti”. Jangan protes kenapa “hti”, bukan “hati”. Anggap saja lisensia puitika. Di atas judul ada pernyataan: “seniman tanpa mahkota/gelar (seniman alam)”.

darahku yg mengalir / jantungku yg bdtk / nafasku yg berhembus / ragaku yg terus bergerak / bersatu menjadi satu… / di jiwa…, cahaya hatiku…

Itulah barus-baris dalam coretan pada punggung baju. Si pemakai baju sering berpuisi di dalam bus kota. Sesekali ia menyelingi dengan tiupan suling bambu tak sampai sepuluh not. Dasar gombal, saya masih mengharapkan alunan Picollo Boogie.

Dia suarakan pesan rakyat. Tentang ketidakadilan. Tentang ketimpangan. Tentang kesenjangan. Tentang penindasan. Juga, entah apa maksudnya, tentang “talenta” dan “fenomena”.

Tak seperti beberapa pembawa puisi lain dalam bus kota, dia tak mendeklamasikan kaleng Paman Doblang, atau kesadaran adalah matahri, atau jerit makhkluk terluka, atau apapun yang pokoknya nge-Rendra gitulah.

Tapi mau nge-Rendra atau tidak, persoalan dasarnya sama: pengangguran. Baik pengangguran kentara maupun tersembunyi adalah masalah. Di negeri beres, kenaikan lima persen penganggur adalah masalah besar.

Jadi? Baiklah, mari menyumpah, hamburkan serapah untuk pemerintah. Tapi seorang sinis berkata, pengangguran adalah satu hal, lantas bagaimana dengan produktivitas mereka yang bekerja tetap?

Log di server perkantoran punya data siapa saja yang selama jam kerja lebih sering chatting dan blogwalking. Tentu masih ada kilah yang bisa menyelinap: chatting, downloading, dan blogging, adalah bagian dari pekerjaan. Hayah!*) :D

pengamen puisi @ bus kota jakarta

*) Tanggapan penguasa jaringan: “Sejak kapan kantor ini jadi warnet gratis, hah?” Jawaban tidak kreatif: “Sejak kantor ini punya internet!”

Pemilik BlogUmumPENGANGGURAN DI SATU SISI. PRODUKTIVITAS KANTORAN DI SISI LAIN. Judul di punggung baju ala serdadu itu: 'aura cahaya hti'. Jangan protes kenapa 'hti', bukan 'hati'. Anggap saja lisensia puitika. Di atas judul ada pernyataan: 'seniman tanpa mahkota/gelar (seniman alam)'. darahku yg mengalir / jantungku yg bdtk / nafasku yg berhembus /...Suatu atau sebuah blog?