Sudah pukul setengah delapan malam. Hujan sejak sore masih menyisakan gerimis tipis. Akang Le Barbier de Asgar* duduk di atas kursi cukur, menikmati koran (saya melihatnya membaca tetap dari kejauhan sejak 20 menit sebelumnya). Hmmm… makin jarang orang membaca koran cetak, edisi pagi pula, sementara koran sore pun sudah tak dikenal lagi (padahal masih terbit). […]