Ini layanan IKEA di luar area makanan-minuman. Dikatakan tak jual minuman (tapi juga tak dibilang kopi dan minuman lainnya gratis), hanya saja cangkir kertas harus beli. Setelah beli boleh diisi minuman dengan menambah isi kalau setelah habis masih kurang. Berarti satu keluarga bisa beli satu mug, lalu memanfaatkan refill berulang kali? Ada yang terlihat begitu. Artinya […]
Malam tahun baru ini pasar swalayan diramaikan oleh pembeli. Juru timbang dan kasir bisa dan boleh kecapaian. Maka pepatah “teliti sebelum membeli” pun sangat berlaku. Jeruk mandarin shantang oleh juru timbang dihargai sebagai pir xiang lie. Untung si pembeli sedang cermat sehingga dia kembali ke juru timbang untuk mengoreksi label. Ibu-ibu pembelanja di depan meja […]
Apakah ke-modern-an juga boleh digantikan kata lain, misalnya mo-dern-is-me? Anda yang lebih tahu. Yang pasti IKEA Indonesia hadir di pasar bukan hanya dengan desain aneka perabot yang fungsional, simpel, dan apik, bahkan dipikirkan sampai ke urusan pengangkutan, tetapi juga mengajarkan gaya konsumen modern. Yang bagaimana itu? Kira-kira konsumen yang berbelanja dengan harga dan layanan yang masuk akal […]
Lagi-lagi temuan di gudang. Karet ban dari replika bajaj dari kayu ini sudah aus. Saya lupa dari mana memperolehnya, yang pasti sudah lebih dari tujuh tahun. Kelak ketika angkutan bermesin dengan tiga roda ini punah, replikanya di tangan banyak orang akan merawat sejarah. Si roda tiga bermesin ini disebut bajaj (dengan “b” kecil). Kalau Bajaj? […]
Tulisan dalam spanduk kedai di Tangerang Selatan, Banten, ini mengesankan saya karena tawaran tehnya yang gratis. Dulu, terutama di Jakarta dan Jawa Barat, teh tawar itu gratis. Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, misalnya, kalaupun ada teh tawar gratis dulu hanya berlaku di rumah makan padang — tapi orang Jawa lama tak suka teh tawar, maunya teh […]