Judul tadi salah. Mestinya “tètèg” (palang lintasan sepur) , bukan “tètèk” (payudara). Dalam bahasa Jawa bandhèk yang membedakan bunyi penutup suku kata “g” dan “k”, kedua arti kata tadi tak dapat dipertukarkan. Kalau “thèthèk” itu lain lagi. Semacam nongkrong, menurut wong Yogya/Yoja (atau Jogja?).
Kenapa 2 x Rp18.000? Untuk kiri dan kanan — atau sebaliknya — pokoknya stereo. Memangnya sekali pakai langsung kencang? Menurut testimoni dalam halaman lapak, sekali pakai (mungkin maksudnya: menghabiskan sebatang sabun) sudah tampak hasilnya. Bahkan orang lain pun melihat efeknya. Uh, para pria harus hati-hati, jangan sampai dalam kondisi darurat jadi salah pakai sabun.