
Pada hamparan tegak tanaman hias sintetis pada dinding luar kedai itu terpampang tulisan “Bekerja Berkeringat adalah Pilihan. Makan Berkeringat adalah Kenikmatan”. Hmmm, kalau bisa saja sih bekerja tanpa berkeringat. Kalau berolahraga harus sampai berpeluh.

Sedangkan makan, bagi saya tidak nyaman kalau sampai basah kuyup. Memang sih ada saja orang yang merasa bersemangat penuh gairah kalau makan pedas sampai berkeringat dan megap-megap karena lidahnya terbakar, mana hidung terus beringus. Namanya juga selera.
Saya sih membayangkan hal itu merepotkan bagi perempuan, karena keringat di wajah akan merusak riasan, sedangkan peluh di badan akan bikin baju menjadi berwarna lebih tua karena basah. Pria lebih nyaman karena tak berbedak wajah, kalau sumuk tinggal buka kancing atau malah menanggalkan baju.
Tentu soal bertelanjang dada hanya bisa di rumah sendiri dan penghuni lain tak berkeberatan. Orang lain yang berpakaian berhak mengeluh kalau selagi makan ada satu orang atau lebih yang bertelanjang dada, dengan tubuh basah keringat, mana memancarkan bau badan pula.

Lagi-lagi namanya juga selera. Apakah Anda suka jika makan sampai berkeringat kecuali sedang selesma, pokoknya your body is not delicious? Eh, orang bule akan bingung dengan penginggrisan kalimat tadi. No what what. Yang penting selalu waspada saat menyetir, keluar dari parkiran, back is holiday, left is far.
