Belajar dari kasus serdadu udut naik motor

Jangan cari masalah adalah pengingat bagi siapa pun untuk tahu diri, bukan soal siapa salah siapa benar.

▒ Lama baca < 1 menit

Dua hari lalu saat melihat video di X, tentang seorang anggota TNI merokok selagi mengendarai sepeda motor, saya membatin akankah ditanggapi. Oleh siapa? Ya TNI dong.

Ternyata hari ini (Selasa, 7/7/2026) akhirnya muncul tanggapan dari Kodim 0602/Serang, Banten, tempat si serdadu bekerja. Isinya antara lain (bukan kutipan verbatim, kecuali kalimat yang diapit tanda kutip):

  • Atasan si prajurit telah menegur dan membina prajurit tersebut
  • Kodim terbuka terhadap kritik dan koreksi dari masyarakat
  • Kodim mengakui tindakan si prajurit yang naik motor dinas itu merupakan “tindakan yang kurang tepat, tidak patut dicontoh, serta dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain”
  • Kodim meminta masyarakat melakukan kontrol sosial dengan santun, proporsional, tidak emosional agar “tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan maupun polemik di media sosial”
  • Kodim meminta masyarakat bijak dalam menilai video tersebut, “tidak menggeneralisasi tindakan satu individu sebagai cerminan seluruh institusi TNI AD”

¬ Klarifikasi Kodim 0602 Serang — Blogombal.com

Tanggapan tersebut komunikatif, ditulis dalam bahasa Indonesia yang layak, sesuai kaidah EYD. Saya menghargai.

Meskipun begitu ada yang kurang, yakni siapa nama dan pangkat prajurit tersebut? Lalu, dalam pembinaan apakah mengandung sanksi? Oh, mungkin itu masalah internal.

Ada juga soal diksi. Kodim tak menyebut tindakan si prajurit “salah” melainkan “kurang tepat”. Namun bagusnya disusul “tidak patut dicontoh”. Diksi lain dalam pernyataan tertulis itu tanpa kata “oknum” melainkan “satu individu”.

View this post on Instagram

Salah satu hal yang menarik dari video serdadu merokok tersebut adalah ucapan si tertegur: “Jangan cari masalah!” Ungkapan tersebut adalah bagian dari keseharian masyarakat, biasanya menjadi pengingat bagi pihak yang lebih lemah untuk tahu diri.

Pihak yang mengingatkan bisa di sisi yang lebih kuat, dan dapat pula sesama orang di pihak yang lemah. Dalam ungkapan lama bunyinya “jangan cari penyakit”. Orang Jawa mengatakan “aja golèk mala“.

Urusannya sering kali bukan siapa benar siapa salah melainkan risiko dan ekses. Maka sikap tahu diri pun diperlukan.

Komedi Indonesia:
¬ Komedi Indonesia. Klik gambar untuk membaca arsip.

Tinggalkan Balasan