Kisah di balik rumah hakim agung korup Gazalba laku Rp6,2 M

Korupsi petinggi hukum mempersubur kebun pesimisme masyarakat Indonesia terhadap keadilan. Hukumannya ringan.

▒ Lama baca 2 menit
Kisah di balik rumah hakim agung korup Gazalba laku Rp6,2 M — Blogombal.com
¬ Rumah Gazalba Saleh yang dilelang KPK. Foto: Antara.

Dalam banjir informasi ada saja berita yang terlewat dari perhatian. Baru pagi tadi tanpa saya sengaja saya tahu bahwa KPK melelang rumah sitaan, sebelumnya milik hakim agung korup doyan suap Gazalba Saleh (58), di Cibubur, Kobek, Jabar, dari konten YouTube Rizki Abadi.

Rizki selama ini membuat reviu arsitektural rumah tinggal. Adapun rumah termaksud, di Perumahan CitraGrand, Cluster Terrace Garden, Jatikarya, Jatisampurna, pekan lalu laku Rp6,2 miliar. Naik sedikit dari tawaran awal lelang Rp6.046.695.000.

Yang mulia hakim agung Gazalba nan Saleh adalah penjahat busuk yang memakai toga — Blogombal.com
¬ Arsip Juni 2024 ketika para hakim akan mogok karena gajinya cekak.

Saya pernah membahas Gazalba saat dia disidang. Tadi bertolak video Rizki, yang senantiasa menyebut diri sebagai “tetangga online kamu”, saya menemukan foto Antara tentang karpet besar rumah Gazalba. Tulisannya: Gazalba’s Family House. Gagah nian. Tanpa tambahan teks “proudly bought with bribery money”.

Kisah di balik rumah hakim agung korup Gazalba laku Rp6,2 M — Blogombal.com
¬ Karpet di rumah Gazalba Saleh dalam laman Antara Foto.

Rumah tersebut dilelang berikut seluruh isi di dalamnya. Fasilitas yang ikut terjual: 12 unit AC split, kulkas 4 pintu, mesin cuci, TV 75 inci, set sofa, hingga karpet besar tadi. Entahlah, pemenang lelang akan mengapakan karpet itu.

Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Gazalba penjara 10 tahun dan denda Rp500 juta (2024), lalu dia banding, sehingga Pengadilan Tinggi Jakarta menambah hukuman terungku menjadi 12 tahun, denda tetap Rp500 juta. Gazalba banding lagi, alhasil Mahkamah Agung (MA), tempat dia bekerja dan melakukan korupsi, memutuskan kembali kurungan ke 10 tahun lagi dan denda Rp500 juta (Juni 2025).

Sebelum kasus di MA, pada 2022 Gazalba pernah tersangkut rasuah tatkala menangani kasus korupsi Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Namun Pengadilan Tipikor Jakarta menolak dakwaan jaksa KPK karena tak ada bukti gratifikasi Rp16 miliar.

Pada 2023, Pengadilan Tipikor Bandung, Jabar, memvonis bebas Gazalba dari dakwaan suap dalam kasus rasuah skandal keuangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana. Alasan hakim: bukti tidak cukup.

Kasus Gazalba dalam pemberitaan sempat diwarnai unsur infotainmen. Dia membelikan kaca cermin, total Rp13 juta, untuk rumah “teman dekat sejak kecil”, Fify Mulyani (57), wakil direktur RSUD Pasar Minggu, Jaksel. Itu rumah tinggal, bukan studio tari atau studio nge-gym.

Fify membeli rumah seharga Rp3,9 miliar di Sedayu City, Cakung, Jaktim. Kekurangan Rp3,4 miliar dilunasi Gazalba. Jarak rumah sitaan dan rumah Fify hampir 40 km. Dalam lalu lintas normal bisa ditempuh satu seperempat jam. Sebagai saksi, Fify dalam sidang mengatakan tak pernah menerima pemberian dari Gazalba.

Kisah di balik rumah hakim agung korup Gazalba laku Rp6,2 M — Blogombal.com
¬ Bumbu infotainmen dalam berita Ihwal Gazalba Saleh.

Tak jelas apakah di rumah Fify juga ada karpet bertuliskan khusus. Nyatanya KPK menyita rumah itu. LHKPN Fify sebagai ASN selama 2019–2021 adalah Rp2 miliar. Menurut jaksa, hal itu tak sebanding dengan harga rumahnya. Maka pencucian uang Kakanda Gazalba pun terbongkar.

Sebagian dari sogokan yang dikantongi Gazalba bernilai Rp37 miliar. Namun dalam dakwaan, jaksa menyebutkan nilai akumulatif suap yang diterima Gazalba selama 2020–2022 itu Rp62,8 miliar.

Kasus yang mulia Gazalba nan Saleh ini memang terwèlu. Penegak hukum sekelas hakim agung itu bergaji tinggi. Gaji pokoknl Gazalba per bulan, menurut keterangan MA, Rp77 juta. Belum termasuk fasilitas lain. Pendapatan yang mulia terwèlu selama Desember 2017–November 2022 mencapai Rp6,2 miliar.

Dari bekerja lempeng dan halal saja seorang hakim nan agung macam si terwèlu itu beroleh Rp6,2 miliar. Namun Gazalba dan hakim lain yang korup tak bermalu memamerkan kekayaan hasil melanggar etika, moral, dan hukum. Keluarga mereka juga.

Apakah hukuman 10 tahun kurungan, belum didiskon remisi, ditambah denda Rp500 juta itu adil? Padahal korupsi oleh petinggi penegak hukum itu mempersubur kebun pesimisme masyarakat Indonesia terhadap keadilan. Hingga hari ini, status administratif Gazalba masih hakim agung non-aktif.

Kita tahu, semua putusan hakim diawali dengan kalimat “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Itulah irah-irah, atau tajuk baku, dalam peradilan Indonesia. Ternyata ada yang berdasarkan cuan.

Kalau hamba hukum memperjualbelikan keadilan — ini istilah yang sebenarnya tak masuk akal — lalu negeri ini akan menuju ke mana? Jawaban mudah: tidak ke mana-nama.

Biarlah para koruptor yang disebut pengkhianat itu kelak saban malam didatangi Bowo dari “atas”, yang bulan ini bilang, “Kalau kalian kurang ajar, malam-malam aku akan turun nyari kau!”

Kalian nggak takut diculik entah oleh siapa? Jangan berdalih setelah diculik akan ada rekonsiliasi — eh, ada yang bilang dikooptasi — padahal penculikan dulu bukan urusan personal melainkan penghilangan paksa orang yang sempat dibiarkan oleh negara, atas nama negara, terhadap warga.

¬ Rangkuman tanpa penyebutan sumber dan tautan agar pos ini tak terlalu sesak saya dapatkan dari aneka arsip berita persidangan Gazalba.

Tinggalkan Balasan