
Pertanyaan dalam judul itu naif. Kura-kura tidak tahu padahal ikut naik perahu. Kalau saya jadi demonstran pro-MBG, inilah jawaban saya untuk orang usil:
“Kami memang masyarakat sederhana tanpa agenda aneh-aneh. Sekarang kami menyoal korupsi karena masalahnya sudah jelas, Kejagung terus mengusut.”
Lho bukannya sudah lama masyarakat menyoal dugaan korupsi, misalnya kualitas menu dari segi harga, tunjangan Rp6 juta per hari tanpa dipotong pajak, dan permainan anggaran belanja yang tak masuk akal?
“Oh, tempo hari itu kan katanya, katanya, bukan diungkap oleh aparat hukum. Cuma opini netizen tertentu. Buat apa kami menuntut menghentikan korupsi di BGN kalau belum jelas masalahnya?”
Dari tiga tuntutan, mana yang paling penting: teruskan MBG, dukung Prabowo sampai akhir masa jabatan, atau berantas korupsi di BGN sampai tuntas?
“Ketiganya sama penting, setara.”
Kalau diperas hanya menjadi dua tuntutan?
“Teruskan MBG dan dukung Prabowo. Itu dua sisi dalam sekeping koin.”
Kalau dari tiga tuntutan lalu disaring menjadi tinggal satu?
“MBG-Prabowo-eh… Anda menjebak ya? Dasar antek amsyong!”
Ini murni aksi atas inisiatif warga atau ada arahan dari siapa begitulah, sehingga di mana-mana isi pesannya sama?
“Kami, warga yang akan dirugikan seandainya MBG disetop, hanya akan kuat kalau tidak berangkat sendiri-sendiri tanpa kesepakatan waktu. Intinya kami harus solid. Untuk itu diperlukan koordinasi oleh kami, dan berkomunikasi dengan aparat agar demo berjalan tertib, tidak terlalu mengganggu lalu lintas, dan durasinya terbatas.”
Apakah ada bantuan logistik dari pihak di luar peserta?
“Masyarakat kita ini suka gotong royong, apalagi kalau ada perasaan senasib. Wajar kalau ada yang bantu bikin spanduk dan alat lain, juga makan minum. Mahasiswa yang demo menentang MBG dan mengkritik Presiden Prabowo juga dibantu segelintir warga masyarakat, kan? Bedanya kepentingan pihak yang membantu itu belum tentu sama dengan mahasiswa. Sudahlah, soal bantuan dan fasilitas itu nggak usah dibesar-besarkan. Oke? “
Jawaban Anda runtut dan jelas.
“Lha wong saya kok!”
Kok Anda nggak naik ke mobil komando untuk mengobarkan semangat peserta?
“Stttt… Sudahlah. Mari masing-masing dari kita melanjutkan pekerjaan hari ini. Untung Anda ketemunya saya, dan tanya saya, bukan ketemu yang lain dalam situasi panas begini.”
untuk para orang tua inget ya anak jangan mau di eksploitasi dan di jadikan alat politik, kasian pak bu 🥹🙏 pic.twitter.com/JI3MRa1oW4
— Bos_Kardus (@Bos_kardusID) June 22, 2026
