
Pintu pagar ini disandarkan pada tembok. Jika warung gudeg tutup, pintu dipasang lagi di pagar depan rumah. Elemen pagar, berupa tombak dan lengkungannya, sudah banyak yang tanggal karena patah maupun las-lasannya terlepas. Namun bagi saya yang menarik bukan itu melainkan langgam pagar klasik yang menjadi mode di Indonesia tahun 1980-an hingga 1990-an.

Pagar besi dengan hiasan tombak (spearhead) itu gaya Eropa lama, demikian pula ornamen lengkungan (scrollwork), memberi kesan gagah pada bangunan. Bagaimana akhirnya sempat disukai di Indonesia, saya tidak tahu. Kadang ujung tombak dan elemen lengkungan dicat keemasan.

Yang saya ingat, setiap bengkel las menawarkan aneka mata tombak dan lengkungan untuk dilas pada tiang besi. Dari mana mereka mengulak bahan jadi, saya tidak tahu. Mungkin dari sentra industri kerajinan besi cor yang dulu juga membuat pompa sumur. Mungkin.

Gaya pagar besi bertombak yang berpadu dengan lengkungan berukir itu seperti bertanding dengan pagar gaya 1970-an hingga 1990-an, yang cenderung minimalis, ada yang sangat simpel berupa besi hollow, atau besi kanal C, bahkan besi pelat siku, yang langsung tertancap pada bagian bawah pagar beton, tanpa palang. Namun ujung tombak dan lengkungan untuk pagar masih dijajakan di lokapasar. Artinya masih diminati.

Kini pagar dan pintu pagar besi kian beragam. Media sosial dan pelantar lokapasar mempermudah perujukan contoh, dari pelat berlubang hasil teknologi laser, bahkan motif bisa sesuai selera pemesan, hingga pelat pagar expanded. Jika bengkel terdekat tak ada yang dapat mengerjakan, di lokapasar macam Tokopedia dan Shopee ada penyedia layanan untuk itu.
Namanya juga mode, tentu bisa berubah. Penyebab utama adalah peralihan generasi. Selera dan rujukan generasi milenial berbeda dari orangtuanya yang baby boomers atau malah kakeknya yang lahir sebelum Indonesia merdeka.

Mungkin kini dianggap aneh jika generasi X dan milenial membuat rumah dengan kolom berukir pada teras padahal rumahnya kecil. Atau memasang kolom yang makin ke atas makin berkurang diameternya. Demikian pula kolom rendah mirip benteng bidak catur atau untuk bidang penyangga bertopang dagu, atau malah duduk, di teras.
Akan tetapi hingga kini penjual pilar siap pasang masih ada. Artinya mode pilar masih ada yang menyukai. Namanya juga selera, kan?
