
Dari sisi sopan santun pergaulan antarbangsa sungguh keliru jika seorang presiden mempersilakan rakyat yang mengkritik pemerintah untuk kabur ke Yaman maupun negeri lain.
Apapun situasi dan kondisi Yaman saat ini, sehingga sejumlah maskapai asuransi tak menjamin perlindungan untuk perjalanan ke sana, memperolok negeri itu tak patut. Bahkan pemerintah Indonesia memasukkan Yaman ke dalam negeri berisiko tinggi.
Lalu apa bedanya ucapan Prabowo dengan dagelan komik Donal Bebek versi Indonesia yang mendorong orang apes kabur ke Timbuktu, di Mali, Afrika Barat? Sama-sama humor yang melecehkan negeri lain namun jika hal itu diucapkan oleh seorang kepala negara tentu tak pantas.
Menyebut rakyat Indonesia yang merasa hidup dalam Indonesia Gelap sebagai bermata buram silakan. Tetapi jangan menjadikan negeri lain sebagai bahan ledekan.
Kalau misalnya presiden mempersilakan rakyat yang buram mata untuk kabur ke Yordania, meniru masa lalu seorang tokoh? Itu pun tak sopan.
Memang sih, saat ini biro perjalanan sedang menghentikan wisata religi ke Yordania dan sekitarnya. Kemenlu juga mengimbau warga untuk menunda berwisata ke sana.

2 Comments
Mirip presiden sebuah negara adidaya yang juga hobi senggol sana sini tanpa merasa bersalah.
Tapi setuju dengan pakde, tak elok seorang presiden mengolok negeri lain di depan rakyatnya.
Kalo yang Amrik itu emang urakan, gak punya sopan santun, terhadap luar negeri maupun dalam negeri. Berbohong pun nggak malu.
Masyarakat yang sakit juga bisa memilih pemimpin yang juga sakit. 🫣
Hitler dapat kekuasaan juga melalui demokrasi.