Pepaya jingga bikin kutjiwa sekaligus tertawa

Setelah dibuka dan dimakan, buah yang kita beli ternyata tak enak. Dalam batas apa konsumen berhak murka?

▒ Lama baca < 1 menit

Pepaya jingga bikin kutjiwa sekaligus tertawa

Siang sepulang kami dari rumah sakit, istri saya memotong pepaya yang kemarin kami beli dari Mbakyu Sayur. Ternyata daging buahnya sangat jingga, agak keras, dan kurang manis. Kami pun kecewa.

Meski kecewa kami tak menganggap penjual menipu. Kami paham dia hanya kulak, tidak mengupas apalagi mencicipi. Lalu kami ingat peristiwa beberapa bulan lalu dan kami tertawa. Tentang Pak Anu, tetangga RT.

Saat itu, di depan rumah kami, Pak Anu, kakek yang keras dan galak itu, akhirnya menemukan target setelah berkeliling naik motor mencari Mbakyu Sayur. Tanpa turun dari motor dia kembalikan pepaya yang tinggal separuh, sisa belahan, yang dia beli kemarin. Dia tak terima, rasa pepaya tak seperti yang dia inginkan.

Dalam bahasa Jawa krama madya Mbakyu Sayur meminta maaf berkali-kali. Pak Anu tetap meracau. Akhirnya Mbakyu Sayur bertanya, “Lha maksud Bapak, pepaya ini harus saya apakan, kan sudah dibelah?” Saya lupa apa jawaban Pak Anu.

Saat itu, setelah Pak Anu dan Mbakyu Sayur berlalu, kami membahas kasus itu. Kecewa dan kesal itu hak konsumen. Penjual sudah minta maaf. Tetapi mengembalikan pepaya yang sudah dibelah separuh bagi kami terlalu. Kecuali penjual memberi garansi.

Tadi setelah kami membahas ulang peristiwa itu, saya teringat dagelan Madura. Seorang pembeli buah, ketika pulang naik motor, semangkanya jatuh di jalan beton dan terbelah. Saat itulah dia jadi tahu bahwa isi semangka kurang merah merata, banyak putihnya.

Maka dia kembali ke penjual semangka, marah-marah, “Sampean tadi bilang semangkanya merah seger, ternyata pucet gini! Jangan nipu ya! Saya rugi! Ayo, mana uang saya? Kembalikan!”

Cak Semangka, orèng Madura, kalem menanggapi, “Bapak beli semangka pucet satu aja sakit atinya ndak ada ampun. Saya beli semangka satu pikap, Pak. Pucet semua itu. Berrema nyandhak? Bula lebbi menderita.”

Tinggalkan Balasan