
Jawaban yang menurut saya tulus malah ditafsirkan lain sehingga saya disebut congkak, tak tahu diri. Seorang kawan senang, repost di Instagram untuk konten lawas orang lain dalam sehari dibaca 5.000 kali. Saya ikut senang dan mengucapkan selamat.
Ternyata dia mengajarkan moral cerita, “Bandingkan dengan blog sampean, nggak dikenal, trafik rendah, padahal capek nulis pake hape.”
Dengan culun saya menjawab, blog saya tidak jelek parah, kalau orang lain tidak tahu kan masalahnya bukan di saya. Saya tak menyebut masalahnya ada pada orang lain. Tetapi dia menganggap saya jemawa, “Emang sampean siapa? Nggak pernah masang foto, emang semua orang udah tau wajah sampean?”
Banyak yang menasihati saya agar memperbaiki diri dalam ngeblog dan bermedia sosial. Hal itu akan membuat blog saya lebih sehat bahkan bisa menghasilkan uang, langsung maupun tak langsung. Saya berterima kasih untuk semua saran nan baik itu.
Teman lain mengkritik sekaligus memuji sebuah blog milik motivator. Dia sebal isinya cuma arsip dia sebagai pembicara termasuk dari masa lampau, dengan foto diri. Namun di sisi lain dia memuji, “Kayaknya trafik dia bagus, mungkin karena dia aktif self-promotion.”
Saya malah memuji blog yang dia maksud. Fotografer dan perupa boleh punya blog portfolio, masa penceramah tidak boleh?
Kritik terhadap Blogombal.com
| Perihal | Masalah | Alasan Pembenar |
|---|---|---|
| Kesesuaian zaman | Era teks panjang sudah lewat, kini era video; waktu orang kian terbatas untuk membaca. | Tetap saya lakukan karena suka dan semoga tak merugikan orang lain. |
| Personal branding | Siapa seorang blogger itu penting; terkenal dan menjadi siapa juga penting. | Tetapi siapa saya tidak penting bagi pembaca, dan bagi saya hal itu bukan masalah. |
| Promosi | Minim promosi sehingga blog tak banyak dikenal, tidak ramah untuk kerja sama bisnis. | Promosi menambah pekerjaan; kalau di grup WA mengganggu anggota, di X lebih asyik lihat pos orang. Kalau di FB terlalu riuh, bisa habis waktu untuk berinteraksi. |
| Fokus konten | Isi blog sungguh acak; tak jelas topik utama, asal tulis saja sebagai pos. | Karena saya ingin menulis hal yang menarik bagi saya. |
| Monetisasi | Tidak ada iklan, tiada konten berbayar, tanpa pemasukan. | Tidak ada yang menawari; iklan programatik merusak tampilan blog dan mengganggu pembaca. |
| Strategi isi | Mestinya ingat topik aktual, waktu unggah pas, dan belajar dari tulisan laku. | Ini media pribadi; tak perlu menulis apa yang ingin orang baca. Kalau sesuai minat pembaca, itu kebetulan yang patut saya syukuri. |
| Salah tempat | Sekarang bukan zaman domain sendiri, lebih baik di platform terbuka yang ramai. | Nyaman dengan domain sendiri; kalau nanti tak sanggup mengongkosi, saya akan pindah ke layanan gratisan seperti awal ngeblog. |
| Tujuan & manfaat | Lalu buat apa ngeblog kalau hanya untuk ngerem pikun dan tulisan acak? | Entahlah. Sejauh ini saya suka. Bisa saja besok jemu lalu selesai. Kok repot. |
¬ Untuk pengguna ponsel silakan menggeser tabel ke kiri
