Sepatu dan uang semir

Anggaran semir sepatu BGN Rp1,25 miliar, sikat sepatu Rp272 juta. Mestinya medsos punya banyak arsip tentang penyemir sepatu.

▒ Lama baca 2 menit
Sepatu kinclong siswa dan siswi SMA Taruna Nusantara - Kompas — Blogombal.com
¬ Lihatlah sepatu siswa dan siswi SMA Taruna Nusantara yang terawat berkilau.

Sudah tiga hari tertunda, saya ingin menulis soal anggaran sepatu dan semir BGN untuk MBG. Ingatan pertama saya tentu tentang penyemiran sepatu. Saya membatin adakah dokumentasi tentang tukang semir di Indonesia? Ternyata ada. Saya bersyukur.

Saya belum tahu film Indonesia apa saja yang menyisipkan adegan tukang semir sepatu bekerja, selain Battle of Surabaya (Aryanto Yuniawan, 2025). Penyemir sepatu, sebagai bocah maupun orang dewasa, adalah bagian dari potret urban Indonesia pada suatu masa.

Saya juga pernah membuat pos tentang mesin penyemir sepatu di Stasiun Tugu Jogja tahun lalu. Bagi saya menarik karena ini bagian dari sejarah kebahasaan di Indonesia: uang semir. Istilah ini terasa arkais, mungkin hampir punah. Inilah eufemisme untuk suap di kalangan birokrasi.

Alat sikat sepatu Stasiun Tugu Jogja — Blogombal.com
¬ Mesin penyemir sepatu di Stasiun Tugu Jogja (2025).

Istilah lain adalah uang rokok. Sekarang masih ada, sebagai persenan untuk dunia amtenar maupun partikelir. Padahal penerimanya belum tentu perokok. Uang rokok biasanya murah, sekadar pelicin untuk memperlancar urusan. Bisa juga sebagai ucapan terima kasih.

View this post on Instagram

Lalu mengapa ada istilah uang semir? Dahulu lazim di kantor-kantor, sebelum ada kantor modern dalam menara kaca, ada tukang semir keliling. Pelanggannya adalah pegawai kantor. Selain di perkantoran, tukang semir ada di halte, stasiun, terminal, rumah makan, barber, dan masjid.

Arsip media berita tengah tukang semir sepatu — Blogombal.com
¬ Arsip berita dan foto tukang semir sepatu di Detik (2009) dan Suara (2020).

Maka pembayaran uang pelancar di perkantoran dulu disebut uang semir. Nilainya lebih besar daripada ongkos sekali semir untuk sepasang sepatu. Dibayarkan tunai karena belum ada dompet digital.

Tadi, pada awal malam, saya membaca Kompas (Minggu, 18/4/2026) ada foto anak-anak SMA Nusantara mengunjungi Istana Kepresidenan di Jakarta. Saya pun teringat rencana menulis anggaran sepatu dan semir BGN. Kenapa? Sepatu anak-anak itu kinclong.

Arsip media berita tengah tukang semir sepatu — Blogombal.com
¬ Arsip foto tukang sepatu majalah Tempo (2007), tidak gratis.

Sebenarnya tak istimewa. Tradisi tangsi memang demikian. Setiap pagi sepatu harus berkilat sebelum dipakai. Gesper tembaga pada kopelrim harus gilap-gemilap karena dibersihkan dengan Brasso. Ganjar Pranowo kecil, sebagai anak polisi, harus menyemir sepatu dan mengilapkan gesper bapaknya. Itu hal biasa bagi anak tentara dan polisi.

Mickey, bocah penyemir sepatu, karya Stanley Kubrick — Blogombal.com
¬ Mickey, bocah penyemir sepatu di New York, AS (1947), karya Stanley Kubrick sebelum menjadi sutradara, karena dia masih berusia 19. | Mutual Art

Saya belum mencari tahu apakah di Polri dan TNI ada anggaran untuk pembagian semir sepatu. Kalau selama pendidikan di asrama setahu saya memang disediakan semir. Misalnya ada anggaran semir, berapakah nilainya tahun ini?

Untuk BGN, apakah para pegawai berseragam sepatu harus diberi semir? Ini bukan soal harga pengadaan, tetapi apakah perlu?

@yudhi2112 Seragam PDH SPPI, Keren Menyalaa SPPI 🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨 #sppi #sppibatch32025 #bgn #sarjanapenggerakpembangunan #cpns #asn #latsarmi #pelatihanmanajerial ♬ Rewrite The Stars Spedup – 𝐱𝐨𝐨𝐬

Pengerahan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, oleh BGN, memang beraroma militeristis, karena konsepnya adalah komponen cadangan (komcad) dalam pertahanan. Maka mereka mengenal sepatu lapangan dan sepatu dinas harian. Harus kinclong supaya necis.

Saya tak tahu apakah TKS-BUTSI pada 1970-an juga mengenal pembagian sepatu dan semir. Eh, apa itu? TKS-BUTSI adalah Tenaga Kerja Sukarela – Badan Urusan Tenaga Sukarela Indonesia. Isinya para sarjana, yang ditugaskan ke perdesaan untuk membantu masyarakat, termasuk mengajar di SD. Tidak ada urusannya dengan dapur makanan gratis.

Tinggalkan Balasan