Sepatu cuma sebelah

Saya bersyukur masih sempat memperhatikan hal sepele. Misalnya sepatu kanan yang dibuang.

▒ Lama baca < 1 menit

Sepatu kanan dalam kardus sampah kering di pelataran kedai Cipo Ahmad Yani Bogor — Blogombal.com

Kok cuma sebelah, bukan sepasang? Saya membatin begitu saat mendapati dalam kardus berisi sampah kering di bawah pohon pucuk merah itu sebuah sepatu sebelah kanan. Lokasinya di sebidang pelataran yang dikelilingi empat kedai.

Sepatu siapa, saya menanya diri. Kenapa dibuang, itu pertanyaan berikutnya. Lalu, apakah sudah tak dapat dipakai lagi? Namun saya malas memeriksanya.

Kemudian saya berpikir, sepatu sebelah kiri diapakan dan di mana? Tetapi saya malas mencarinya. Lagi pula itu bukan urusan saya. Hal itu tidak merugikan maupun menguntungkan saya dan orang lain.

Lalu apa pentingnya saya memperhatikan sepatu itu? Tidak ada. Tetapi saya yakin, iseng memikirkan suatu hal sepele, bahkan memotretnya, lantas mengeposkannya ke blog, adalah bagian dari merawat kesadaran.

Emang itu teori siapa? Nggak tahu. Saya juga tak mencari tahu adakah orang yang berteori macam itu. Saya bersyukur masih sempat memperhatikan hal sepele. Mungkin karena saya tak mampu memikirkan hal-hal besar yang mendasar.

Sepatu kanan dalam kardus sampah kering di pelataran kedai Cipo Ahmad Yani Bogor — Blogombal.com

2 Comments

warm Kamis 2 April 2026 ~ 14.14 Reply

jd ikutan penasaran, sebelah kirinya dimana dan kenapa

Tinggalkan Balasan