
Kemarin sore papan petunjuk ini belum ada. Tadi sore saya lewat sana sudah ada. Berarti itu baru. Betul, masih baru. Hanya ada meja racik bakso tanpa dagangan, tanpa orang. Artinya warung bakso ini belum beroperasi.

Mungkin warung akan beroperasi setelah Lebaran, karena kalau buka di tengah perjalanan bulan puasa itu tanggung, sekian hari sebelum hari-H kudu prei. Tetapi bisa jadi dia malah akan buka menjelang Lebaran dan selama Lebaran.

Beberapa warung bakso dan mi ayam tetap buka selama Lebaran, dan pada hari kedua hari raya justru ramai karena orang mulai jenuh dengan opor ayam, rendang daging sapi atau kerbau, dan lainnya yang dihangatkan. Bahkan ada yang saking mlengernya malah makan mi instan.
Tentang petunjuk jangan menoleh, itu taktik lawas namun masih laku. Saya pernah memotret warung penjual kelapa muda pada 2020, yang akhirnya tutup, dengan mengusulkan (dalam hati) agar menulis lebih kreatif: “Mestinya setelah itu ada poster, dua kali lebih besar, ‘Napa liat sini? Ngajak berantem ya?’”


4 Comments
wah, buka warung bakso pas lebaran.. bakal laku betul sepertinya..
Saya pernah makan opor ayam lontong pas Lebaran di warung makan Madukoro karena saya di rumah sendiri, gak ada makanan, anak istri mudik.
Malamnya saya minta makan ke tetangga, pemilik katering, halalbilhalal sekalian bilang boleh makan krn gak ada warung buka. Makan opor ketupat lagi. Waktu itu gak ada KFC di area saya, Gofood belum ada, semua warung tutup, begitu juga yang jual makanan gak halal. Minimarket yang jual mi instan juga gak ada.
kalo pas lebaran haji, biasanya bakal sulit cari tukang sate ayam madura. pada “toron” alias mudik mereka. bisa sebulan. kalo idulfitri biasanya mereka tetap buka
Betooollll. Saya tahu istilah toron dulu dari foto Antara di Suramadu