Antek asing itu apa dan siapa?

Antek asing maupun antek amsyong tak perlu definisi. Yang penting ada kambing hitam dan musuh bersama.

▒ Lama baca < 1 menit

Kambing putih jadi kambing hitam, dengan status antek asing amsyong — Blogombal.com

“Kam, antek asing itu apa? Siapa yang dimaksud?” tanya Eyang Banu Karang dari atas kursi rodanya.

Ngapunten, Eyang. Saya mboten ngertos,”jawab Kamso.

“Maksudmu, aku harus nanya orang yang suka ngomong antek asing? Gimana caranya?”

“Maksud Eyang siapa?”

“Huh kamu kura-kura dalam perahu….”

“Nggak usah kita pikirkan, Eyang. Kita rakyat tahu apa?”

“Lha itu kenapa ikut Board of Peace segala?”

Board tanpa Palestina. Palestina cuma objek. Netanyahu dan Trump kok dipercaya. Netanyahu nggak mau ada negara Palestina, lalu cari masalah terus supaya Palestina, tepatnya Hamas, melawan, sehingga dia punya alasan buat meyakinkan rakyatnya. Trump malah mau bangun kota di Gaza, emang itu tanah siapa, mentang-mentang dia pengusaha real estate.

“Oh, Trump. Juga perjanjian sama Amerika yang merugikan kita itu?”

“Lha inggih, Eyang.”

“Buat apa ikut urusan luar yang rumit tapi Indonesia cuma pelengkap, malah keluar ongkos kirim pasukan? Di sini masih banyak masalah, termasuk penanganan bencana Sumatra yang dianggap sudah teratasi dan MBG yang seolah-olah beres?”

“Wah, ya gitulah. Nggak paham saya, Eyang.”

“Trump itu gila apa ya? Nyulik kepala negara Venezuela, lalu membunuh pemimpin Iran?”

“Nggak gila. Kalo dia gila nggak bisa dimintai tanggung jawab. Dia penjahat perang.”

“Kenapa Indonesia diam saja soal Maduro Venezuela, Kam?”

“Cuma pernyataan normatif, prihatin, menyesalkan, nggak ingin jadi preseden, dan mengingatkan soal menghormati kedaulatan negara lain.”

“Kalo soal Khamenei?”

“Cuma berbelasungkawa. Soal mengapa Khamenei dibunuh kayak dianggap nggak penting. Padahal bagi Trump, siapa pun bisa mengalami perlakuan serupa Maduro dan Khameini. Lha kok Indonesia malah nawarin diri jadi backchannel buat meredakan Washington dan Teheran.”

“Dunia makin tua, tapi negara kayak Amerika bisa punya presiden kayak gitu. Di dalam negeri dia pake kekerasan, melanggar HAM. Apanya yang nggak beres, Kam?”

Mboten ngertos, Eyang.”

“Jadi siapa yang antek asing, Kam?”

“Trump.”

“Kamu makin nggak mutu, Kam. Tambah umur bukan tambah bijak. Jangan-jangan kalo ada telepon masuk di hapemu suaranya hoiiii… antek-antek asing!”

4 Comments

mpokb Selasa 10 Maret 2026 ~ 22.48 Reply

Jangan-jangan saya juga antek asing, karena suka makan tahu tempe dari kedelai impor huhu… Lha sekarang apa-apa kudu impor, soale banyak produk buatan dalam negeri terhambat ini itu 🙁

Pemilik Blog Rabu 11 Maret 2026 ~ 01.28 Reply

Sama! Mari bersalaman, Mbak 😅
Orang yang mengonsumsi barang impor adalah antek asing bin amsyong. Apalagi yang ngimpor dan kasih izin ngimpor. 🤭

Terus kalo gak impor piyé? Singkong dan tapioka aja ngimpor. Garam juga.

Zam Minggu 8 Maret 2026 ~ 16.10 Reply

bilang antek aseng tapi dagangan sama antek aseng 🫣

Pemilik Blog Minggu 8 Maret 2026 ~ 19.58 Reply

Antek aseng berkonotasi rasis lho 🤔

Tinggalkan Balasan