
“Tolong bukain. Susah banget ini,” kata istri saya tadi sore sambil mengangsurkan botol kecil air minum cap Cleo. Walah sudah pating plenyok. Peot, penyok, begitulah.
Saya sih maklum karena juga sukar dalam membuka tutup botol namun tak sampai mlenyok. Perlu perasaan untuk membukanya. Pernah isinya muncrat saat tutup terbuka.
Ketika mengurusi aneka botol plastik untuk saya berikan kepada seseorang, mulanya saya heran kenapa botol Cleo menjadi korban kegemasan, diremas sampai gepeng. Setelah tahu bahwa plastik botol ini tipis, saya pun memaklumi.

Saya menduga produsen ingin berhemat bahan sekalian mencoba mempermudah daur ulang. Ternyata benar. Saya tengok akun produsen di Instagram dan laman situs webnya memang demikian. Antara lain juga untuk menghemat listrik dalam produksi dan hemat bahan bakar dalam pengangkutan karena lebih ringan, sehingga mengurangi emisi.
Kenapa kita mengkonsumsi air minum dalam kemasan? Karena air keran tak layak minum kecuali dijerang. Kapan bisa akan layak minum, mari menanya perusahan daerah air mentah maupun perusahaan daerah air macet yang kini banyak yang berganti nama.
¬ Bukan tulisan berbayar maupun titipan

7 Comments
apakah plastiknya setipis air minum gelasan?
Ya, betooollll, bahkan lebih lemas
Betooollll. Istilah yang berlaku sekarang memang perusahan daerah air mandi. 😁👏👍
pDAM harusnya singkatan dari perusahaan daerah air minum, menurut saya sebetulnya atau harusnya perusahaan daerah air mandi, sih 😅
Betooollll. Istilah yang berlaku sekarang memang perusahan daerah air mandi… 😁👏👍
Cleo ini kemasannya unik2, sampai bikin yang mungil gitu hihi..
Harganya satu pak lebih murah