Kopi cap TKA

Tenaga kerja asing itu ada yang ekspatriat, ada yang pekerja migran. Apa bedanya?

▒ Lama baca < 1 menit

Kopi cap Expat itu enak — Blogombal.com

Saya tersenyum sendiri saat membaca jenama kopi dari Bali ini: Expat. Jumlah turis asing di sana tentu lebih banyak daripada ekspatriat. Expat terbikin oleh PT Expat Roasters Indonesia, Denpasar. Dalam logo Expat, pada huruf X, ada teks kecil Roasters. Rasanya enak, saya baru mencoba yang Bali.

Sejauh saya ingat, masyarakat kita akrab dengan istilah ekspatriat, yang disingkat ekspat, pada tahun 1980-an. Saat itu internet masih asing, sehingga di beberapa kota besar di Indonesia ada buletin komunal dari dan untuk ekspat.

Ekspatriat dari bahasa Latin expatriatus. Ex itu keluar, dan patria adalah tanah air. Dalam perjalanan waktu, ekspatriat berarti warga sebuah negeri yang bekerja di negeri lain namun tak melepaskan status kewarganegaraan asal. Bahasa Indonesia punya istilah sendiri: tenaga kerja asing (TKA).

Kopi cap Expat itu enak — Blogombal.com

Lalu apa pula perbedaan ekspat dan pekerja migran, yakni orang luar negeri yang bekerja di Indonesia maupun orang Indonesia yang bekerja di luar negeri? Soal konotasi. Ekspat lebih diterapkan untuk pekerja menengah ke atas, sering dilabeli profesional; sedangkan pekerja migran untuk pekerja asing secara umum, dengan penekanan pada bidang pekerjaan dan imbalan di bawah kaum yang dipersepsikan sebagai ekspat.

Sebelum banyak apartemen luks, di Jakarta kaum ekspat tinggal di rumah besar di Jaksel — misalnya di Kemang, Cilandak, Pejaten, dan Kuningan — dan Menteng, Jakpus, punya kolam renang, dan satpam plus tukang kebun. Maksud saya dari sisi citra demikian. Mungkin mereka tak diurusi International Organization for Migration (IOM) dari PBB.

Tinggalkan Balasan