
Pukul 18.21 saya tiba di mulut jalan menuju kampung itu, yang menanjak sedikit. Baru senja tadi saya menyadari tulisan pada gerbang beratap genting itu: “Bersatu & Berdaulat”. Oh, memang itu tema tujuh belasan tahun 2025.
Lantas saya berpikir, tema tahun depan apa ya? Tetapi lebih dari itu, sungguh memalukan, semoga karena faktor U, saya lupa apa saja tema atau slogan HUT Kemerdekaan RI selama lima tahun terakhir. Semoga Anda ingat.
Kalau tahun depan temanya, katakanlah, “Jangan ada bencana lagi di antara kita”, tujuh kata yang mudah diingat, namun tak jelas bencana apa. Misalnya pun bencana alam sepenuhnya, hal itu di luar kendali kita. Artinya berbeda dari bencana ekologis di Sumatra yang mestinya dapat dicegah.
Kalau bunyinya “Stop penggundulan hutan!”, itu sih slogan kampanye lingkungan. Bisa-bisa mereka yang berseberangan, yakni pembabat hutan dan warga yang prihatin, bergumam, “Stop gundulmu…” Itu makian, lebih lunak daripada umpatan seorang pemimpin nasional, “Ndasmu!”
Atau ini saja, “Selalu mandiri, tolak bantuan asing.” Ah, nggak sip. Mungkin ini saja: “Pokoknya jaya!” Ringkas.


4 Comments
tema usulan saya sih
“bercermin & belajar pada keadilan”
Lawan ya adil adalah zalim, bukan?
betul, paman
dan kata adil itulah yg hilang di tema hut ri ke 80 tahun ini
😢