
Sukidi Mulyadi (50) adalah cendekiawan kritis yang terkesankan tak suka bicara meledak-ledak. Dalam menulis kritik pun nadanya lebih terasa sebagai keprihatinan, bukan amarah membara. Silakan baca kolomnya di Kompas hari ini (Kamis, 13/11/2025).

Tulisan Sukidi, doktor kajian Islam alumnus Universitas Harvard, AS, ini sesungguhnya tajam namun seolah tak menggores kulit penguasa dan politikus. Memang begitu gaya Muhammadiyin nan santun ini, dan kini atribut yang melekat pada dirinya adalah pemikir kebinekaan. Eep Saifulloh Fatah dan Rocky Gerung dalam diskusi di YouTube pernah mentertawakan Sukidi karena cara menirukan ucapan Bung Karno terlalu lembut.

Tetapi kita juga berpikir, saat dikririk keras oleh siapa pun penguasa dan politikus kebal bahkan bebal, apalagi oleh gaya bedah ala Sukidi. Mereka merasa Indonesia baik-baik saja, semuanya lancar jaya dalam jalan terang.

2 Comments
jadi gimana ya oom?
serba salah
Kalo sayang anak dan cucu kelak, masa hal gak bener kita biarin? 🙏🫢