Info e-wallet di kaca warteg

Tak perlu stiker QRIS, yang penting pengudap warteg bisa membayar melalui ponsel. Tapi kita makin kesulitan koin.

▒ Lama baca < 1 menit

Info e-wallet di kaca warteg — Blogombal.com

Agak lamban saya berpikir, sempat mengira pemilik warteg Berkah dekat Pasar Kecapi ini bernama Dana, lalu memasang nomor ponsel. Tetapi buat apa? Akhirnya tebakan saya tepat, dan saya konfirmasikan kepada Mbak Warteg: betul, itu info tentang nomor ponsel untuk dompet digital Dana.

Sejumlah warung di Pasar Kecapi, Jatiwarna, Pondokmelati, Kobek, Jabar, memasang stan akrilik berisi ikon QRIS, dengan tujuan antara lain ke Dana. Dugaan sementara saya, banyak penjual di pasar lebih menyukai Dana. Namun cara warteg ini simpel, tak perlu memasang kode QR, cukup nomor ponsel. Lebih praktis. Misalnya dia juga memakai Gopay, cukup dari nomor ponselnya kita mudah sekali mentransfer.

Info e-wallet di kaca warteg — Blogombal.com

Makin ke sini transaksi nirtunai kian meluas. Setidaknya ada dua faktor yang mendukung ekosistem selain internet ponsel, yakni regenenerasi konsumen dan pergaulan. Konsumen baru yang boleh menggunakan e-wallet terus bertambah, begitu memasuki usia 17 sudah bisa. Adapun dalam pergaulan saya maksudkan kontak sosial, bukan hanya dengan teman tetapi juga penjual.

Warteg Berkah Jalan Raya Kecapi, Jatiwarna, Pondokmelati, Kobek — Blogombal.com

Kelebihan dompet digital dan kartu uang elektronik adalah tak mengharuskan kepemilikan rekening bank. Adapun kekurangannya adalah uang receh, terutama koin, di dompet dan saku jin kita makin menyedikit. Tetapi nanti setelah redenominasi seribu menjadi satu mungkin transaksi nirtunai sudah jauh melaju. Tetapi uang logam tetap dibutuhkan, misalnya oleh anak-anak — tentu bukan untuk bermain dingdong maupun mesin permainan slot beneran.

Pertumbuhan sistem pembayaran - BI — Blogombal.com
Infografik dicuplik dari iklan sehalaman Bank Indonesia di Kompas (27/10/2025). Info selengkapnya tentang publikasi ini silakan klik laman BI.

Tinggalkan Balasan