
Dari los baru di Pasar Kecapi, Jatiwarna, Pondokmelati, Kobek, Jabar, ada dua nama kios yang saya baru tahu. Silakan lihat gambar di atas. Kalau kios Tahu Lovers saya sudah tahu, bahkan pernah saya foto dan poskan Maret lalu, awal Ramadan.
Tentang rakyat dalam jenama Soto Rakyat, hal itu hampir generik bahwa atribut rakyat berarti murah. Lalu produk rakyat berarti pas banderol dari sisi kwalitet. Maka ada pasar rakyat, taman hiburan rakyat, balai rakyat, dan harga merakyat — ada pula gaya hidup merakyat. Celakanya citra itu pula yang dapat melekati sekolah rakyat versi baru. Kalau tuntutan rakyat, perjuangan rakyat, dan pengadilan rakyat bermakna politis dengan aroma garang.

Adapun kios Tahu Lovers mungkin menarik karena gaya bahasa Inggris yang ini ada di pasar. Tak soal karena kita memang masyarakat bilingual. Bahasa Inggris juga memberi kesan modern dan keren dibandingkan misalnya pencinta tahu. Kalau pecinta tahu, bukan pencinta tahu, berarti orang yang bercinta dengan tahu. Maka lagunya jika dibawakan Roberta Flack adalah I feel like makin’ luv to tofu….
Lalu ada pula kios Bismillah. Religius. Nama toko mengingatkan seisi pasar dan pembelanja bahwa berdagang, sebagai bagian dari bekerja, adalah ibadah. Ada etos kerja nan mursid: God is watching you, give Him the best show. Setiap hal baik apa pun yang hendak kita lakukan sebaiknya diawali dengan Bismillah, bukan?

