Mbah Suro punya warung

Nama Mbah Suro diabadikan dalam sebuah kios di kedai kebun. Mbah Suro yang itu atau bukan?

▒ Lama baca < 1 menit

Warung Mbah Suro di Tanabambu, Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jabar — Blogombal.com

Warung berdinding papan, dengan kerai bambu, di belakangnya ada kebun bambu, ini memancarkan citra eksotis perdesaan masa lalu. Namun saya lebih terkesankan oleh nama Warung Mbah Suro, terutama Mbah Suro.

Saat saya bocah kerap mendengar orang-orang dewasa membahas Mbah Suro. Teman-teman saya juga menyebut nama itu, padahal kami belum bisa membaca. Citra Mbah Suro, yang tak kami ketahui di mana berdiam, dalam benak kami adalah seseorang nan linuwih mandraguna. Dalam tafsir saya sebagai anak, orang macam Mbah Suro juga berarti ahli sihir, salah satu karakter dalam imajinasi anak-anak yang membuat takjub.

Jadi, siapakah Mbah Suro, pria gondrong dari Nginggil, Kradenan, Blora, Jateng, itu? Silakan Anda baca sejumlah laman daring, namun sejauh saya tahu yang meringkasnya dengan bagus adalah Tirto, tulisan Petrik Manatasi (12/10/2017), dengan sekian rujukan yang jelas.

Mbah Suro dalam Kamus Gestok Hersri Setiawan — Blogombal.com

Hersri Setiawan (89) dalam Kamus Gestok (2003) memuat lema Mbah Suro. Catatan macam ini hanya bisa terbit dan dipasarkan terbuka setelah Reformasi 1998. Pada masa Orde Baru, saat pemerintah melarang media memuat tulisan eks tapol, pun melarang media mempekerjakan wartawan yang berlatar keluarga tapol, tetapi Prisma menulis biodata ringkas Hersri dengan menambahkan secuil info “pernah menjadi petani di Pulau Buru”. Tempo juga pernah melibatkan bekas tapol, antara lain Martin Aleida (82), yang pekan ini beroleh Penghargaan Akademi Jakarta 2025.

Lalu warung di laman samping kedai kebun ini apakah ada hubungannya dengan sang legenda? Saya rasa tidak. Warung Mbah Suro hanya jenama Jawa di desa, yang misalnya pernah ada pun mungkin tak memasang papan nama. Dahulu banyak warung pracangan maupun kedai makanan minuman di desa tanpa papan nama.

Entahlah, apakah semua pengunjung kedai di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ini terkesankan oleh nama Mbah Suro.

Tinggalkan Balasan