
Foto Mbak Polwan Avvy Olivia A. tersenyum tipis, mengatupkan kedua telapak tangan, berlatar aneka kolase foto polisi bekerja, menghiasi sampul buklet Panduan Praktis Berlalu Lintas (PPBL). Ini buklet terbitan Korlantas Polri pada 2011, ketika warganet didera demam polwan ayu.
Saya temukan buklet ini di rak tadi saat saya mencari sebuah buku. Saya lupa di mana memperoleh PPBL, namun saya yakin bukan dari membeli. Buku ini gratis, karena ditaja oleh Garda Oto. Tebalnya 94 halaman, memuat sambutan Kepala Korlantas Polri Irjenpol Djoko Susilo.

Pada 2014 Mahkamah Agung menghukum Djoko 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, serta kewajiban membayar pengganti Rp32 miliar karena korupsi pengadaan simulator ujian SIM.
Lalu bagaimana dengan buklet ini? Tentu informatif seperti panduan sejenis yang dijual di kios buku maupun lokapasar. Namun saya digondeli satu pertanyaan: dari seratus pembaca, berapa orang yang memetik faedah?

Pemilik SIM terus bertambah, jumlah kendaraan juga terus meningkat, namun dalam berlalu lintas saya merasa tak ada kemajuan. Misalnya tanpa e-tilang, mungkin pelanggar akan lebih banyak.
Lihat saja di sekitar kita terutama ketika polisi tak terlihat. Ada saja orang naik sepeda motor tanpa helm, sepeda motor berpenunggang melaju tanpa pelat nomor, pengendara motor melawan arus, mobil dan motor berposisi parkir sembarangan, dan seterusnya. Yang tempo hari mengemuka adalah mobil tanpa yang tanpa hak memasang lampu rotator dan sirene.

Di area saya ada dua jalan searah, masing-masing mengapit jalan tol. Warga memperlakukan kedua jalan itu dua arah, padahal ada rambu yang jelas. Juga padahal di salah satu ujung jalan ada pos polisi.
Cara warga sebuah kota berlalu lintas, termasuk oleh pejalan kaki, adalah cerminan masyarakatnya. Maka saya pernah mengatakan bagaimana situasi jalan umum beserta pemanfaatannya, dari berbisnis sampai berlalu lintas, adalah potret sosial kita. Got dalam tanpa penutup di tepi jalan termasuk itu.
Lalu impian apa dalam benak pemerintah dan masyarakat tentang Indonesia Emas 2045? Apakah dalam perayaan seabad Indonesia nanti cara kita berlalu lintas sudah genah? Masalah paling berat negeri ini sejak dahulu adalah penegakan hukum. Ini keluhan klise. Apa boleh buat. Siapa pun presidennya tak pernah berhasil.
- Judul: Panduan Praktis Berlalu Lintas
- Penyusun: Bit Dikmas Ditlantas Polri (Jakarta, 2011)
- Tebal: viii + 94 hlm.
buat yang kangen Bripda Avvy Olivia… #polwantime pic.twitter.com/Zcj2sDHxOy
— Ndoro Kakung (@ndorokakung) May 29, 2014
