Kenapa “B” dari MBG jadi “berbahaya”?

Populisme ingin sukses secara instan. Katanya demi rakyat, tapi rakyat juga yang rugi.

▒ Lama baca < 1 menit

Darurat MBG dalam Indonesia Cemas dan Gelap — Blogombal.com

“Gimana Oom Kam, kalo MBG kita sebut aja makanan beracun gratis?” tanya Lilik Dingklik yang di SMA-nya tak dapat MBG.

“Husss… Jangan gitulah. Berita juga nggak ada nyebut gitu, kan? Setahu saya nggak ada deh yang bilang makanan beracun. Ah, kamu itu…” jawab Kamso.

“Tapi yang keracunan tambah terus kan? Berarti karena makanan beracun dong, Oom!”

“Orang keracunan makanan biasanya nggak kita bilang karena makanan beracun. Media asing juga cuma nyebut food poisoning tapi nggak nyebut gara-gara poisonous food atau contaminated food, kan? Coba kamu tanya guru bahasa Indonesia.”

“Jadi masalahnya apa dong kenapa MBG kusut gini?”

“Uber setoran, kejar target, gara-gara populisme waktu kampanye.”

“Populisme apaan?”

“Kalo nurut guru PKN kira-kira gini… Populisme tuh janji politik yang seolah-olah sesuai impian semua rakyat, padahal buat mewujudkan dalam waktu singkat bakalan nggak masuk akal soalnya mahal, belum tentu menjangkau semua rakyat, ada anggaran besar dari bidang lain yang harus dikorbankan. Kalo nggak nyangkut duit, populisme juga bisa berarti memanjakan segolongan rakyat tapi merugikan golongan lain.”

“Ribet amat rumusannya, Oom.”

“Eh maap. Saya emang suka ribet.”

“Jadi MBG ini karena janji kampanye muluk-muluk tapi harus sukses secara instan? Nggak peduli proses soalnya cuma mikir result? Padahal dapurnya belum semua siap bikin makanan yang aman, nggak bahaya?”

Kamso tersenyum.

“Maksud saya banyak hal nggak diperhitungkan sama orang dapur?”

Kamso tersenyum lagi.

“Kalo Indonesia cuma sekecil Singapura, kemakmurannya juga, mungkin MBG nggak jadi gini?”

Kamso tersenyum, lalu meringis.

“Atau karena yang di atas terlalu nafsu, yang di bawah tahu ada masalah tapi takut, jadinya tetep terus soalnya ini nyangkut cuan, lagian mereka tahu nggak bakalan ditangkap polisi. Katanya demi rakyat tapi yang rugi duluan rakyat, gitu ya, Oom?”

Kamso tersedak karena menelan ludah tapi saat sama yang ingin bicara.

2 Comments

mpokb Sabtu 27 September 2025 ~ 00.06 Reply

Kayak Bandung Bondowoso mau bikin seribu candi tapi SKS, ya ambyar..

Btw yang keracunan siapa, yg mewek siapa. Terus kita mesti simpati, gitu? Aneh2 kelakuan pejabat yak 👎

Pemilik Blog Sabtu 27 September 2025 ~ 10.12 Reply

Aneh kalo ada yang bilang negeri ini sebenarnya baik-baik aja tapi antek asing merusak dan mengadu domba karena mereka nggak ingin Indonesia maju. Lantas MBG diobrak-abrik.

Di grup WA ada saja yang forward narasi itu. Saya mulanya geli tapi setelah itu sedih, apakah mereka nggak melihat sekitar, padahal yang suka forward itu orang biasa, bukan elite sosial ekonomi politik…

Tinggalkan Balasan